Permintaan Modal Pedagang Papua Menyambut Kunjungan Gibran di Pasar Potekelek

- Rabu, 14 Januari 2026 | 08:42 WIB
Permintaan Modal Pedagang Papua Menyambut Kunjungan Gibran di Pasar Potekelek

Pagi itu, suasana Pasar Tradisional Potekelek di Papua Pegunungan tampak berbeda. Rabu (14/1) pukul 08.30 WIT, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tiba dan langsung disambut riuh warga yang sudah menunggu. Antusiasme mereka terasa hangat, menyambut kedatangan tamu istimewa dari Jakarta.

Seorang pedagang langsung menghampiri, menyodorkan topi noken khas Papua. Namun, di balik sambutan yang ramah itu, terselip sebuah harapan yang sangat konkret. Sang pedagang, dengan polosnya, menyampaikan permintaan langsung kepada Gibran.

“Kita yang ada di sini ini, kita minta anak [Wapres], minta modal untuk kita jualan di pasar ini ya. Itu yang kita jemput anak hari ini, salam. Jadi kita minta modal untuk kita jualan di pasar ini,”

Permintaan itu menggantung di udara. Gibran lalu melanjutkan tur, menyapa satu per satu pedagang yang berjejer di dalam pasar. Perhatiannya tertuju pada seorang perempuan yang menjual baju dan tas noken buatan tangan. Rupanya, dia penasaran dengan proses pembuatannya.

“Yang ini bikinnya berapa hari?” tanya Gibran.
“Yang baju ini bikinnya setahun,” jawab pedagang tersebut.
“Hah, setahun?” sahut Gibran, takjub.
“Iya, Pak, karena ini tidak pakai mesin, tapi pakai tangan. Kalau yang ini [tas noken] dua bulan,”

Mendengar penjelasan itu, Gibran memutuskan untuk membeli sebuah tas noken. Sebuah apresiasi langsung untuk kerja keras yang memakan waktu berbulan-bulan.

Namun begitu, cerita tentang modal usaha kembali muncul. Saat singgah di lapak pedagang telepon genggam, permintaan serupa dilontarkan lagi. "Modal usaha, ya," pinta si pedagang dengan singkat. Gibran pun bertanya berapa lama ia berjualan di sana.

“2005,” jawabnya.
“Sejak awal pasar dibuka?” tanya Gibran mencoba memastikan.
“Iya, sampai hari ini,”

Jawaban itu seolah menggambarkan ketekunan sekaligus tantangan yang tak berubah selama bertahun-tahun. Menyaksikan langsung dinamika itu, Gibran tampak ingin memberi dukungan. Sebelum meninggalkan pasar, dia memborong berbagai dagangan. Buah-buahan segar, ikan, sayur-mayur, hingga kerajinan tangan lokal masuk ke dalam belanjaannya. Kunjungan singkat itu mungkin telah usai, tetapi percakapan tentang modal dan penghidupan yang lebih baik bagi para pedagang, barangkali, baru saja dimulai.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar