Kasus dugaan perundungan di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sriwijaya akhir-akhir ini ramai diperbincangkan. Viral di media sosial, kabarnya senior meneror juniornya di PPDS Ilmu Kesehatan Mata FK Unsri. Yang bikin miris, korban disebut-sebut sampai nekat mengundurkan diri dan mencoba bunuh diri karena tak tahan dengan tekanan yang dialami.
Lantas, seperti apa bentuk penindasannya? Dari berbagai narasi yang beredar, korban dipaksa membiayai gaya hidup sang senior. Mulai dari urusan biaya semesteran, hangout, beli skincare, sampai main padel. Bahkan lebih parah lagi, ada tuntutan untuk membayar tiket konser, sewa rumah, tiket pesawat, hingga biaya penelitian senior tersebut. Sungguh di luar batas kewajaran.
Merespons hal ini, Kementerian Kesehatan tak tinggal diam. Mereka sudah melakukan pendalaman kasus.
“Berdasarkan hasil investigasi tim, diketahui telah terjadi praktik perundungan atau bullying berupa permintaan pembayaran (pungutan liar) oleh peserta PPDS Ilmu Kesehatan Mata,” jelas Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, pada Selasa (13/1).
Aji menambahkan, Kemenkes telah mengirimkan surat teguran ke Direktur Utama RSUP M. Hoesin, rumah sakit tempat program itu berlangsung. Sanksi pun dijatuhkan: program pendidikan spesialis mata di sana dihentikan sementara.
Di sisi lain, Universitas Sriwijaya juga bergerak. Mereka membentuk tim khusus untuk menangani masalah pelik ini.
“Rektor telah menugaskan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) untuk berkoordinasi dalam proses investigasi,” ujar Kepala Humas Unsri, Nurly Meilinda.
Menurut Nurly, penanganan secara institusional sudah berjalan sejak September 2025. Kampus melakukan klarifikasi dengan mendengarkan keterangan dari berbagai pihak, termasuk para senior dan rekan sejawat, untuk mendapatkan gambaran yang utuh. Tak cuma soal investigasi, FK Unsri juga menyiapkan pendampingan dan layanan konseling bagi mahasiswa yang terdampak.
Artikel Terkait
Enam Miliar Sehari vs Jerih Payah Rakyat: Cuitan Bang Edi yang Bikin Sesak
Teheran Gelar Unjuk Rasa Besar-besaran, Jawab Protes dengan Ancaman ke AS
Dua Wajah Jalan di Perbatasan Banten-Jabar, Warga: Seperti Dua Dunia
Permintaan Modal Pedagang Papua Menyambut Kunjungan Gibran di Pasar Potekelek