“Jangan sampai banjir ini mengganggu aktivitas, terutama anak sekolah. Permasalahan ini segera kita atasi,” tambahnya.
Di sisi lain, cerita dari lapangan datang dari Kepala Desa Banjarsari, Sudiman. Dia menjelaskan, pemicu banjir adalah curah hujan yang sangat tinggi sejak Jumat lalu. Air pun meluap, mencapai ketinggian 30 hingga 40 sentimeter.
Dampaknya cukup parah. Sekitar 135 rumah yang dihuni 876 kepala keluarga terendam. Tak hanya permukiman, 97 hektare lebih lahan pertanian warga juga terendam dan terancam gagal panen.
Meski air menggenang, banyak warga yang memilih bertahan. Alasan utamanya adalah untuk menjaga ternak mereka, aset yang tak bisa ditinggalkan begitu saja. Sudiman punya harapan besar kepada pemda. Dia mendesak agar segera dilakukan normalisasi pada Sungai Gono dan Sungai Godo. Dengan normalisasi itu, aliran air diharapkan bisa tertampung lebih baik dan tidak lagi meluap seenaknya ke permukiman warga.
Artikel Terkait
DBMBK Sulsel Sebut Curah Hujan Tinggi Penyebab Kerusakan Dini Jalan Hertasning Makassar
Kapolri Lantik Brigjen Totok Suharyanto Pimpin Kakortas Tipidkor
Musisi AS Tuduh Serangan ke Iran sebagai Pengalihan dari Skandal Epstein
Pemimpin Tertinggi Iran Unggah Ayat Al-Quran, Bantah Klaim Kematian dari AS