Selasa (12/1) lalu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyambangi Batalyon Teritorial 827 di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Kunjungannya bukan sekadar seremonial belaka. Di hadapan para prajurit, ia menyampaikan pesan tegas: karir di TNI ke depan akan ditentukan oleh kemampuan nyata di lapangan, bukan sekadar prosedur biasa.
“Pembinaan personel ke depan berdasar meritokrasi, tak lagi konvensional pakai normatif,” ujar Sjafrie saat meninjau area Marshalling Yon TP 827.
Ia melanjutkan, “Tapi berdasar siapa punya peluang untuk tampil, berdasar kapabilitas dan juga kapasitasnya, maka dia akan didorong.”
Pernyataan itu jelas mengisyaratkan perubahan besar. Pola lama, menurutnya, sudah waktunya ditinggalkan.
Di sisi lain, peran komandan batalyon jadi kunci utama dalam skema baru ini. Mereka lah yang paling tahu, yang setiap hari melihat langsung bagaimana prajuritnya bekerja. Penilaian tak lagi bisa mengandalkan berkas di meja, melainkan harus berasal dari pengamatan di lapangan.
Artikel Terkait
Cinta dan Rivalitas Berkecambah di Balik Meja Rapat
Sjafrie Ingatkan Prajurit Pembangunan: Kalian Tetap Pasukan Tempur
Mayor TNI Dituntut 5 Bulan Penjara Usai Janjikan Kelulusan TNI dengan Tarif Rp 350 Juta
Buronan Korupsi Rp 3,5 Miliar Tertangkap di Kendari Setelah 2 Tahun Kabur