Istri Eks KSAD Malaysia Digerebek, 26 Rolex dan Aset Rp47 M Disita

- Minggu, 18 Januari 2026 | 17:20 WIB
Istri Eks KSAD Malaysia Digerebek, 26 Rolex dan Aset Rp47 M Disita

Ini KSAD di Malaysia ya….

Di negeri kita, Alhamdulillah, istri para petinggi TNI dan Polri dikenal hidup sederhana. Gaji take home Panglima TNI atau Kapolri pun, ya, cuma sekitar 50 jutaan per bulan. Apalagi level Kepala Staf atau Kadiv di Polri. Memang harus diakui, hidup mereka rata-rata susah. Semoga saja negara kita makin makmur, sehingga ke depan para pejabat bisa digaji lebih layak.

Ihikk….

"

Penggerebekan Anti-Korupsi Sita 26 Rolex dan Aset Rp47,39 M dari Rumah Istri Eks KSAD

Baru-baru ini, petugas antikorupsi Malaysia menggerebek rumah istri kedua seorang mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Hasilnya mencengangkan. Mereka menyita aset mewah senilai miliaran rupiah, termasuk 26 unit jam tangan Rolex. Nilainya saja disebut-sebut lebih dari RM11,4 juta atau setara Rp47,39 miliar.

Penggerebekan ini bagian dari penyelidikan kasus pengadaan militer yang melibatkan mantan KSAD, Jenderal Tan Sri Muhammad Hafizuddeain Jantan.

Ketua Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC), Azam Baki, membeberkan rinciannya dalam konferensi pers Kamis lalu. "Kami membekukan 75 rekening bank perusahaan, total nilainya RM32,5 juta," ujarnya.

Azam juga menyebut barang sitaan lain.

"Ada uang tunai RM4,4 juta, mata uang asing senilai RM1,4 juta, lalu 26 jam tangan mewah sekitar RM2,3 juta. Tidak ketinggalan perhiasan dan emas senilai lebih dari RM3,4 juta, plus sebuah kendaraan mewah yang diperkirakan bernilai RM360.000."

Menurut sejumlah laporan, mantan KSAD tersebut dan kedua istrinya sudah ditahan. Mereka diduga terlibat dalam kartel yang mengatur tender pengadaan untuk angkatan darat.

Jenderal itu sendiri ditahan selama tujuh hari. Salah satu istrinya mendekam enam hari, sementara istri lainnya tiga hari.

Sebelum penangkapan ini, pada Rabu pekan lalu, sang mantan KSAD dan istrinya sudah dimintai keterangan di markas MACC terkait penyelidikan tender kontrak militer. Di hari yang sama, pasangan suami istri lain juga ikut ditangkap untuk kasus serupa dan langsung ditahan tujuh hari.

Selain itu, MACC juga sudah bergerak lebih dulu. Pada Selasa, mereka mendapatkan perintah penahanan selama lima hari untuk 17 direktur perusahaan. Mereka diduga menjalankan kartel yang memanipulasi tender pengadaan militer.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar