Tawaran Beasiswa Pramugari untuk Khairun Nisyah, Gadis Penyamar yang Viral

- Selasa, 13 Januari 2026 | 10:25 WIB
Tawaran Beasiswa Pramugari untuk Khairun Nisyah, Gadis Penyamar yang Viral

Nasib berbalik untuk Khairun Nisyah. Perempuan 23 tahun yang viral karena nekat menyamar sebagai pramugari gadungan itu kini dapat angin segar. Usai insiden memalukan di pesawat Batik Air, justru datang tawaran yang mungkin tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Sebuah lembaga pelatihan awak kabin, Aeronef Academy, mengulurkan tangan. Mereka menawarkan beasiswa penuh untuk pendidikan pramugari secara gratis kepada Nisya.

Latar belakangnya? Rupanya, aksi nekat Nisya itu dipicu rasa malu yang mendalam. Ia dikabarkan sudah keluar uang Rp30 juta untuk mengejar cita-citanya, sayangnya ia malah tertipu oknum seleksi. Impiannya pun kandas di tengah jalan.

Melalui akun media sosialnya, Aeronef Academy menyampaikan dukungan moral yang cukup menyentuh.

“Mungkin Kak Nisa saat ini sedang bersedih, namun Kak Nisa perlu tahu bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari cerita baru yang lebih hebat,”

Begitu bunyi kutipan dalam unggahan mereka. Dalam poster bertajuk "Aeronef Indonesia Memanggilmu!", lembaga yang berbasis di Pare, Kediri itu mengajak Nisya mengambil jalur resmi. Mereka paham betul keinginan Nisya untuk membahagiakan orang tua.

“Kami tahu salah satu kewajiban anak berbakti adalah membuat ayah dan ibu bangga. Mari berjuang bersama,”

tambah pesan dalam poster tersebut. Tawaran ini jelas jadi peluang emas. Sebuah titik balik untuk mengubah jalan cerita yang sempat kelam menjadi awal karier yang sah di dunia penerbangan.

Namun begitu, di balik tawaran manis ini, ada satu teka-teki yang belum terpecahkan: di manakah Nisya sekarang?

Sejak video klarifikasinya beredar, ia seperti hilang ditelan bumi. Rumahnya di Kelurahan Muara Kuang, Ogan Ilir, terlihat sepi. Pintu dan pagar tertutup rapat. Hanya beberapa kerabat dekat yang masih terlihat di sekitar rumah itu.

Zarkasih, paman dari ayah Nisya, mengaku kebingungan. Ia dan keluarga di kampung hanya bisa mengikuti berita viral cucunya itu lewat televisi.

“Orang tua Nisya punya rumah di Palembang. Tapi kalau sekarang entah mereka ini pergi ke mana,”

kata Zarkasih, Sabtu lalu.

Ia menjelaskan, rumah di Muara Kuang memang jarang dihuni. Keluarga Nisya putri ketiga dari pasangan Syawal dan Sadariah biasanya hanya pulang kampung sebentar, dua atau tiga bulan sekali.

Soal aksi penyamaran Nisya, Zarkasih mengaku sama sekali tak paham. “Kami terus terang tidak tahu persoalannya apa. Hanya dikasih tahu tetangga kalau Nisya masuk TV. Awalnya saya nangis, apa salah dia. Dan kami juga tidak menanyakan pada orang tuanya,” tuturnya penuh haru.

Kini, semua mata tertuju pada Nisya. Akankah ia muncul dan menerima tawaran kedua yang jauh lebih baik ini? Waktulah yang akan menjawab.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar