Ia bahkan punya harapan yang sangat optimis untuk tahap awal ini.
"Kalau saya berharap, kalau bisa, ini harus kerja sama dengan BNPB juga didukung sama Kemendagri nih, kalau bisa minggu depan sudah mulai ada pencairan," katanya.
Targetnya lebih luas lagi. Budi ingin sebagian besar bantuan sudah disalurkan sebelum Ramadan benar-benar berjalan. Ramadan diperkirakan jatuh di pertengahan Februari nanti.
"Februari tengah kalau bisa ya sebagian besar sudah disalurkan, sehingga mereka bisa memperbaiki rumahnya dan kembali ke rumahnya," tuturnya.
Pada gelombang pertama, data yang masuk cukup signifikan: tercatat 3.265 rumah nakes di tiga provinsi terdampak. Data itu dilengkapi dengan klasifikasi kerusakan, dari yang ringan sampai berat. Semuanya kini berada di tangan BNPB untuk diverifikasi sesuai aturan.
Di balik semua target administratif ini, ada urgensi manusiawi yang coba ditekankan Budi. Bagi para dokter, perawat, dan bidan di garis depan, rumah yang hancur bukan cuma soal atap dan dinding. Itu adalah pusat ketenangan mereka.
"Ini rumah-rumah ini kan (hancur), ya gimana orangnya bisa kerja. Kan saya kebayang ya. Sebagai tenaga kesehatan kalau rumahnya dia aja begini, pasti dia mikir kan," pungkas Budi. Logikanya sederhana: bagaimana mungkin mereka bisa fokus merawat orang lain, jika tempat mereka pulang sendiri masih dalam keadaan berantakan?
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pria di Sinjai Timur Diduga Aniaya Tetangga Gara-gara Sapi Masuk Kebun
LPDP Tegaskan Awardee Wajib Jaga Nama Baik Indonesia dan Kembali untuk Mengabdi
Levis Ajak Konsumen Bijak Gunakan THR untuk Belanja Fashion yang Awet
BI Siapkan Program Tukar Uang Kecil Jelang Ramadan 2026 di Bone