Gus Ipul Pacu Pembangunan 104 Sekolah Rakyat Baru untuk Putus Rantai Kemiskinan

- Minggu, 11 Januari 2026 | 21:00 WIB
Gus Ipul Pacu Pembangunan 104 Sekolah Rakyat Baru untuk Putus Rantai Kemiskinan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, punya rencana besar. Ia ingin pendidikan bisa diakses lebih luas oleh keluarga-keluarga yang kurang mampu. Caranya? Melalui Program Sekolah Rakyat.

Rencana konkretnya sudah ada. Pembangunan fisik akan segera dimulai di 104 titik lokasi. Gedung-gedung permanen ini nantinya dirancang untuk menampung murid dari berbagai tingkatan, mulai dari SD hingga SMA.

“Besok juga akan diluncurkan pembangunan 104 titik gedung permanen Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul.

“Yang ini bisa menampung 1.000 siswa dari SD, SMP, dan SMA. Ini nanti akan tahun ini sudah dibangun, mulai dibangun 100 titik,” tambahnya.

Perkataan itu disampaikannya saat meninjau persiapan peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu lalu.

Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini memang dibangun setahap demi setahap. Tujuannya jelas: menjangkau lebih banyak anak dari keluarga prasejahtera, terutama mereka yang masuk dalam desil 1 dan 2. Dengan begitu, diharapkan rantai kemiskinan bisa terputus lewat pendidikan yang berkualitas.

Untuk saat ini, sudah ada 166 Sekolah Rakyat yang beroperasi. Tapi Gus Ipul tentu tidak berhenti di situ. Ia punya target yang lebih ambisius.

“Kalau 100 titik lagi terbangun ya, Pak Wamen, akan ada 200 lebih gedung Sekolah Rakyat, gedung permanen Sekolah Rakyat,” jelasnya dengan semangat.

“Kalau itu bisa diwujudkan, tidak ada halangan, lancar, maka 2026-2027, 2027-2028 itu sudah mungkin lebih 100.000 siswa Sekolah Rakyat.”

Target jangka pendeknya juga sudah dipatok. Untuk tahun depan, jika pembangunan gedung berjalan mulus, dia memperkirakan bisa menerima sekitar 30.000 siswa baru.

“Tahun depan ini kita targetkan ya kalau gedungnya semua lancar, kita bisa menerima siswa 30.000,” tutur Gus Ipul.

“Asumsinya setiap satu gedung permanen menerima 300 siswa; 100 SD, 100 SMP, dan 100 SMA.”

Harapannya, langkah ini bukan sekadar menambah jumlah bangunan. Tapi benar-benar membuka pintu masa depan yang lebih cerah bagi ribuan anak Indonesia.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar