Pelatihan untuk petugas haji tahun 2026 resmi dimulai. Salah satu fokus utamanya? Bahasa Arab. Rupanya, kemampuan berbahasa ini dinilai krusial agar para petugas bisa bertindak cepat dan tepat jika menemui kendala saat melayani jemaah di Tanah Suci.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Irfan, secara gamblang menjelaskan alasannya. Ia membuka diklat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Minggu (11/1).
"Disiapkan tentang Bahasa arab standar. Kenapa? Karena itu yang diperlukan oleh petugas haji di sana," ujarnya.
Gus Irfan lalu memberikan contoh yang sangat konkret dan sehari-hari.
"Jika ada makanan datang enggak sesuai, tegur. Gimana tegurnya kalau enggak bisa Bahasa Arab?" sambungnya, menekankan bahwa penguasaan bahasa adalah kunci untuk memastikan standar layanan tetap terjaga. Tanpa itu, bisa-bisa komunikasi mandek dan masalah kecil berlarut-larut.
Intinya, bekal bahasa Arab ini diharapkan bisa memampukan petugas kita untuk menyampaikan koreksi jika ada hal dari pihak Arab Saudi yang kurang pas. Pelayanan pun diharapkan bisa berjalan maksimal, tanpa gangguan berarti yang sebenarnya bisa dicegah.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tiba di Moskow, Segera Temui Putin untuk Perkuat Kerja Sama Bilateral
Mahasiswa Calon Pastor Hilang Tenggelam di Danau Toba, Pencarian Berlanjut
Pertamina Menanggung Beban Rp60 Triliun per Bulan Akibat Harga BBM yang Ditahan
Islah Bahrawi Kritik Kebijakan Prabowo yang Dinilai Jauh dari Janji dalam Buku Paradoks Indonesia