Gus Irfan Bekali Petugas Haji 2026 dengan Bahasa Arab untuk Antisipasi Masalah di Tanah Suci

- Minggu, 11 Januari 2026 | 14:06 WIB
Gus Irfan Bekali Petugas Haji 2026 dengan Bahasa Arab untuk Antisipasi Masalah di Tanah Suci

Pelatihan untuk petugas haji tahun 2026 resmi dimulai. Salah satu fokus utamanya? Bahasa Arab. Rupanya, kemampuan berbahasa ini dinilai krusial agar para petugas bisa bertindak cepat dan tepat jika menemui kendala saat melayani jemaah di Tanah Suci.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Irfan, secara gamblang menjelaskan alasannya. Ia membuka diklat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Minggu (11/1).

"Disiapkan tentang Bahasa arab standar. Kenapa? Karena itu yang diperlukan oleh petugas haji di sana," ujarnya.

Gus Irfan lalu memberikan contoh yang sangat konkret dan sehari-hari.

"Jika ada makanan datang enggak sesuai, tegur. Gimana tegurnya kalau enggak bisa Bahasa Arab?" sambungnya, menekankan bahwa penguasaan bahasa adalah kunci untuk memastikan standar layanan tetap terjaga. Tanpa itu, bisa-bisa komunikasi mandek dan masalah kecil berlarut-larut.

Intinya, bekal bahasa Arab ini diharapkan bisa memampukan petugas kita untuk menyampaikan koreksi jika ada hal dari pihak Arab Saudi yang kurang pas. Pelayanan pun diharapkan bisa berjalan maksimal, tanpa gangguan berarti yang sebenarnya bisa dicegah.

Di sisi lain, materi diklat tentu tak cuma soal bahasa. Pelatihan mendalam tentang tugas pokok dan fungsi masing-masing petugas juga diberikan. Sebab, seperti ditegaskan Gus Irfan, menjadi petugas haji bukanlah pekerjaan biasa.

"Bapak sekalian petugas haji bukan pekerjaan biasa, ini adalah amanah negara, amanah umat, dan amanah keagamaan, yang bertemu dalam satu titik tanggung jawab," katanya.

Ia melanjutkan, "di dalamnya terdapat dimensi ibadah, layanan publik, dan dimensi tata Kelola internasional."

Atas dasar kompleksitas itulah, niat baik saja tidaklah cukup. Seorang petugas harus dibekali kompetensi, integritas, dan persiapan mental yang benar-benar matang.

"Anda semua disiapkan secara fisik disiapkan disiplinnya disiapkan pengetahuan tentang ibadah haji disiapkan pengetahuannya tentang situasi di Saudi disiapkan peraturan-peraturan terkait dengan haji," pungkas Menteri Irfan.

Harapannya jelas: seluruh peserta diklat nantinya benar-benar siap, sigap, dan mampu melayani jemaah dengan hati serta kemampuan terbaik mereka di Arab Saudi.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar