Di akhir September tahun lalu, seorang warga Yogyakarta dinyatakan positif mengidap apa yang disebut "Super Flu". Kabar baiknya, menurut Dinas Kesehatan setempat, pasien tersebut kini sudah sembuh total.
Menurut sejumlah saksi, kasus ini terungkap setelah pasien berobat ke RSUP Sardjito. Pihak rumah sakit kemudian melakukan pemeriksaan laboratorium.
“Hasilnya positif H3N2-D,” jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Lana Unwanah, dalam jumpa pers di Balai Kota, Jumat lalu.
“Pasiennya memang berdomisili di Kota Jogja dan kondisinya saat ini sudah pulih,” lanjutnya.
Lana memaparkan, Super Flu sejatinya adalah Influenza A tipe H3N2. Gejalanya memang lebih berat dan berlangsung lebih lama ketimbang flu biasa. Tapi ada satu hal yang membedakannya dari COVID-19: virus ini hanya menyerang saluran pernapasan atas. Mulai dari hidung, tenggorokan, sampai trakea.
“Kalau COVID kemarin itu memang dia cepat sekali masuk ke dalam saluran paru-paru, kemudian masuk ke dalam kantong-kantong udara, seperti disebut alveolus. Sementara super flu ini hanya menyerang saluran pernapasan atas,” ujarnya.
Artikel Terkait
Tanggul Jebol, Banjir Setengah Meter Rendam Puluhan Rumah di Baros
Iran di Ambang Jurang: Krisis Roti yang Berubah Jadi Pemberontakan
Indonesia Blokir Grok: Langkah Tegas Lawan Penyalahgunaan Deepfake
Gus Irfan Ingatkan Petugas Haji: Layani Jemaah, Bukan Cuma Nebeng Ibadah