Di sisi lain, Yaqut dikenal sebagai pendukung setia Presiden Jokowi. Ia sering tampil membela pemerintah, khususnya dalam isu-isu keagamaan yang sensitif. Postingannya soal muazin saat shalat Idul Adha, misalnya, sempat ramai diperbincangkan. Ia seperti perisai bagi Jokowi di area tersebut.
Dulu, saat kasus kuota haji ini mulai mencuat, Yaqut sempat dipanggil oleh Presiden. Tapi setelah itu? Senyap. Banyak yang meragukan KPK punya nyali untuk menyeretnya. Ternyata, mereka bisa.
Sekarang, pertanyaan besarnya menggelayut. Sampai ke mana aliran kasus ini akan berujung? Apakah hanya berhenti di Yaqut, atau masih ada nama-nama lain yang akan menyusul?
Penulis: Erizal
Artikel Terkait
Mobil Avanza Terjun ke Sungai di Bangkalan, Pengemudi Diduga Keliru Injak Gas
Sekretaris Kabinet Benarkan Rencana Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia
Rem Truk Pasir Diduga Blong, Tabrak Truk Tronton di Sukoharjo
Pria Tewas Ditikam Orang Tak Dikenal di Lubuklinggau