Di sisi lain, Yaqut dikenal sebagai pendukung setia Presiden Jokowi. Ia sering tampil membela pemerintah, khususnya dalam isu-isu keagamaan yang sensitif. Postingannya soal muazin saat shalat Idul Adha, misalnya, sempat ramai diperbincangkan. Ia seperti perisai bagi Jokowi di area tersebut.
Dulu, saat kasus kuota haji ini mulai mencuat, Yaqut sempat dipanggil oleh Presiden. Tapi setelah itu? Senyap. Banyak yang meragukan KPK punya nyali untuk menyeretnya. Ternyata, mereka bisa.
Sekarang, pertanyaan besarnya menggelayut. Sampai ke mana aliran kasus ini akan berujung? Apakah hanya berhenti di Yaqut, atau masih ada nama-nama lain yang akan menyusul?
Penulis: Erizal
Artikel Terkait
Jalan Haji Nawi Satu Arah Hingga 2026, Warga Berbagi Cerita Soal Macet dan Harapan
JPO Sarinah Segera Beroperasi, Integrasi Modern untuk Pejalan Kaki dan Difabel
Pandji Tolak Tawaran Istana, Sarankan Nonton Mens Rea Saja
Rismon Sianipar Tantang Jokowi: Ancaman Nyawa Pun Saya Hadapi Demi Keilmiahan