Kalau semua berjalan sesuai rencana, peletakan batu pertama akan digelar awal Februari. “Rencana tanggal 2 atau 3 Februari peletakan batu pertama,” beber Budi.
Dana sebesar itu memang dibutuhkan. Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang disusun panitia menunjukkan angka sekitar Rp 1,8 miliar untuk menyelesaikan seluruh pembangunan. “Pokoknya kita berjalan terus sampai finishing, sampai selesai. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” harapnya.
Lantas, bagaimana cerita awalnya sampai masjid harus dirubuhkan?
Bermula November lalu. Warga yang ingin merenovasi masjid tua berdiri sejak 1984 itu didatangi dua orang. Mereka mengaku bisa menghubungkan dengan yayasan donatur yang bersedia membiayai penuh. Syaratnya cuma satu: bangunan lama harus dirobohkan dulu.
Dengan penuh harap, warga pun menuruti. Tapi, setelah puing-puing berserakan, janji itu tinggal janji. Konfirmasi ke yayasan yang disebut-sebut di Tangerang dan tokoh yang dijanjikan malah berujung pada pengakuan mengejutkan: mereka sama sekali tidak tahu menahu soal rencana donasi ini.
Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Tapi, alih-masing menyimpan dendam atau melaporkan ke polisi, warga memilih untuk ikhlas. Mereka kompak bangkit. Gotong royong digiatkan, jaringan donatur dibuka lebar-lebar. Dan lihatlah sekarang, dari kepedihan itu justru lahir sebuah harapan baru yang jauh lebih kuat.
Artikel Terkait
Gen Halal Championship 2025: Finalis Non-Muslim Buktikan Halal Jadi Standar Universal
Video 7 Menit Kasir Indomaret yang Viral: Hoaks atau Beneran Ada?
Dari Medan Berat, Bantuan TNI Akhirnya Sampai ke Pelosok Sumatra
Ketika Takwa Hanya di Lisan, Keadilan Pun Jadi Sandiwara