Dengan sendirinya, pertemuan ini memutus rantai narasi kelompok penuduh. Kehadiran sejumlah tokoh ReJO seperti Darmizal dan Rakhmad jadi saksi bisu: Eggi telah memilih jalan insaf.
Namun begitu, langkah ini meninggalkan Roy Suryo dalam kesendirian yang tragis. Saat rekannya melihat bukti dan bersimpuh, faksi Roy justru terkunci dalam narasi usang yang sudah kedaluwarsa. Operasi Magrib ini bukan cuma menjinakkan satu orang. Ia mematikan sel-sel perlawanan sampai ke akarnya.
Epilog: Senja yang Membawa Kebenaran
Ketika Eggi Sudjana akhirnya keluar dari rumah itu, adzan Magrib telah lama selesai. Yang ia bawa pulang lebih berat dari status tersangka: sebuah kenyataan pahit bahwa ijazah itu asli, dan bertahun-tahun energinya terbuang untuk mengejar bayangan sendiri.
Sekarang, publik menunggu babak akhir di persidangan. Jokowi menyatakan siap hadir fisik, membawa semua ijazah dari SD sampai sarjana untuk diuji hukum. Ini akan jadi penutup, sekaligus nisan, bagi salah satu fitnah paling gaduh dalam sejarah bangsa.
Sebuah pelajaran tentang pemaaf yang tegas, tepat di tengah peta politik 2026 yang mulai memanas.
✍️ Lentera merah putih
Artikel Terkait
Pandji Pragiwaksono: Ketika Panggung Komedi Jadi Ruang Kritik Terakhir
Panji Pragiwaksono Buka Kunci: Ini Alasan Sebenarnya Anies Absen di Spesial Netflix
Padel vs Tenis: Mana yang Lebih Ampuh Bakar Kalori?
Aceh Siapkan Sabo Dam di Hutan Lindung untuk Tangkal Banjir Bandang