Gus Ipul Gandeng Daerah untuk Wujudkan Tiga Program Prioritas Kemensos

- Kamis, 08 Januari 2026 | 17:48 WIB
Gus Ipul Gandeng Daerah untuk Wujudkan Tiga Program Prioritas Kemensos

Di ruang rapat Kementerian Sosial, Kamis lalu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul bertemu sejumlah kepala daerah. Suasana cukup hangat. Dalam pertemuan itu, Gus Ipul secara khusus menekankan pentingnya kerja sama erat antara pusat dan daerah. Menurutnya, kolaborasi itu mutlak diperlukan untuk mengeksekusi tiga mandat strategis dari Presiden yang diemban Kemensos.

Tiga program prioritas itu meliputi penyusunan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), pendirian Sekolah Rakyat, dan program pemberdayaan sosial. Gus Ipul meyakini, tanpa dukungan konkret dari pemerintah daerah, target-target tersebut akan sulit tercapai.

“Saya mengajak Bapak-Ibu sekalian untuk berkolaborasi dengan banyak pihak,” ujarnya.

“Saya ingin kita ini tidak bekerja sendiri, tapi menjadi satu tim yang besar untuk menyukseskan program-program presiden.”

Nada bicaranya persuasif, lebih seperti mengajak diskusi daripada memberi instruksi. Ia melihat pemerintah daerah sebagai faktor kunci. Makanya, keterlibatan dan kesungguhan mereka ia harapkan bisa optimal.

Lalu, apa saja poin yang ditekankan Gus Ipul? Pertama, soal data. Ia meminta dukungan daerah untuk melatih operator di tingkat desa. Baginya, operator daerah adalah ujung tombak pemutakhiran data DTSEN. Data yang akurat dan terus diperbarui, menurutnya, adalah fondasi utama agar bantuan dan program intervensi pemerintah tepat sasaran.

“Mari sekali lagi kita mulai dengan menyajikan data yang benar, melalui proses pemutakhiran yang terus-menerus. Dan ini diawali dengan kita meningkatkan SDM operator di tingkat desa,” kata Gus Ipul.

Selain meningkatkan kompetensi SDM, Gus Ipul juga mendorong partisipasi aktif masyarakat. Caranya bisa lewat jalur formal seperti RT, RW, dan kelurahan. Bisa juga melalui kanal nonformal seperti aplikasi Cek Bansos atau Command Center Kemensos. Intinya, data harus hidup dan selalu diperiksa.

Di sisi lain, ia tak melupakan peran swasta dan filantropi. Sinergi dengan pihak ketiga ini dinilainya akan membuat program kesejahteraan sosial jauh lebih efektif.

“Kita harus menyadari bahwa kalau program-program Kemensos dikombinasikan dengan program provinsi, kabupaten/kota, dan mengajak filantropi, mengajak swasta, itu akan sangat efektif,” jelasnya.

Program lain yang tak kalah penting adalah Sekolah Rakyat. Gus Ipul mendorong setiap daerah untuk mendukung penuh penyelenggaraannya. Sekolah ini dirancang sebagai pemutus mata rantai kemiskinan. Pesertanya adalah anak-anak dari keluarga tidak mampu, yang direkrut berdasarkan data DTSEN, bukan tes akademik atau koneksi. Sementara orang tua mereka akan mendapat program pemberdayaan sesuai hasil asesmen.

“Mari penyelenggaraan sekolah rakyat, kita dukung sepenuhnya, kita sukseskan. Ini tentu dikhususkan untuk keluarga-keluarga yang tidak mampu,” tutup Gus Ipul menegaskan.

Pertemuan yang dihadiri Bupati Kapuas, Bupati Kampar, serta perwakilan DPRD Kabupaten Kotabaru dan Bangka Belitung itu ditutup dengan harapan agar komitmen ini tak sekadar wacana. Gus Ipul tampak serius ingin programnya jalan, dan ia butuh tangan-tangan daerah untuk mewujudkannya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar