Selain meningkatkan kompetensi SDM, Gus Ipul juga mendorong partisipasi aktif masyarakat. Caranya bisa lewat jalur formal seperti RT, RW, dan kelurahan. Bisa juga melalui kanal nonformal seperti aplikasi Cek Bansos atau Command Center Kemensos. Intinya, data harus hidup dan selalu diperiksa.
Di sisi lain, ia tak melupakan peran swasta dan filantropi. Sinergi dengan pihak ketiga ini dinilainya akan membuat program kesejahteraan sosial jauh lebih efektif.
“Kita harus menyadari bahwa kalau program-program Kemensos dikombinasikan dengan program provinsi, kabupaten/kota, dan mengajak filantropi, mengajak swasta, itu akan sangat efektif,” jelasnya.
Program lain yang tak kalah penting adalah Sekolah Rakyat. Gus Ipul mendorong setiap daerah untuk mendukung penuh penyelenggaraannya. Sekolah ini dirancang sebagai pemutus mata rantai kemiskinan. Pesertanya adalah anak-anak dari keluarga tidak mampu, yang direkrut berdasarkan data DTSEN, bukan tes akademik atau koneksi. Sementara orang tua mereka akan mendapat program pemberdayaan sesuai hasil asesmen.
“Mari penyelenggaraan sekolah rakyat, kita dukung sepenuhnya, kita sukseskan. Ini tentu dikhususkan untuk keluarga-keluarga yang tidak mampu,” tutup Gus Ipul menegaskan.
Pertemuan yang dihadiri Bupati Kapuas, Bupati Kampar, serta perwakilan DPRD Kabupaten Kotabaru dan Bangka Belitung itu ditutup dengan harapan agar komitmen ini tak sekadar wacana. Gus Ipul tampak serius ingin programnya jalan, dan ia butuh tangan-tangan daerah untuk mewujudkannya.
Artikel Terkait
Eggi Sudjana Puji Jokowi: Cerdas, Berani, dan Militan
Dunia Hanya Punya 2,8 Hari Sebelum Langit Runtuh
Trump: Iran di Ambang Kejatuhan, Rakyat Mulai Kuasai Kota
Akreditasi Tinggi, Layanan Sepi: Ilusi Mutu Perpustakaan yang Tersandera Angka