Polisi kemudian bercerita kronologinya. Rupanya, WM sedang berkendara dari arah Jalan Tanjung Kopi menuju Jalan Saham. Perjalanan biasa yang tiba-tiba berakhir nahas di depan toko itu. HK muncul, menghentikannya, lalu memukulnya hingga terjatuh. Dan serangan parang pun menyusul.
Motifnya masih diselidiki. Tapi dugaan sementara mengarah pada mabuk berat. “Dugaan sementara pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban akibat pengaruh minuman beralkohol sehingga tidak dapat mengendalikan diri,” kata Iptu Aditama.
Untungnya, respon warga dan polisi cepat. Begitu laporan masuk, petugas langsung bergerak. Mereka mengejar pelaku yang berusaha kabur. Tak jauh dari lokasi, tepatnya di sekitar Jalan Emete, HK akhirnya berhasil diamankan. Proses penangkapannya sendiri tidak mulus.
“Personel kami mengambil tindakan tegas terukur akibat tersangka tidak kooperatif dan melakukan perlawanan kepada petugas saat dilakukan penangkapan,” ucap perwira itu.
Barang bukti utama, sebuah parang, berhasil disita. Senjata itulah yang digunakan untuk melukai WM. Saat ini, HK sudah mendekam di sel tahanan Polres Mappi. Proses hukum sedang dipersiapkan untuknya. Kasus ini menjadi pengingat pilu tentang betapa berbahayanya gabungan antara alkohol dan emosi yang tak terkendali.
Artikel Terkait
Trump: Iran di Ambang Kejatuhan, Rakyat Mulai Kuasai Kota
Akreditasi Tinggi, Layanan Sepi: Ilusi Mutu Perpustakaan yang Tersandera Angka
Swasembada Pangan: Dari Target Ambisius Menjadi Kenyataan yang Terukur
Brimob Tembak Warga di Tambang Ilegal Bombana, Empat Personel Diperiksa Propam