Di Jalan Irian Kepi Kilometer 2, Kabupaten Mappi, suasana malam yang biasa tiba-tiba berubah mencekam. Seorang pemuda, berinisial HK, mengadang dan membacok seorang pengendara motor tepat di depan Toko Sejahtera. Kejadian itu berlangsung cepat dan brutal.
Korbannya, WM, mengalami luka sayat parah di pergelangan kakinya. Darah mengucur deras. Tanpa buang waktu, warga sekitar segera membawanya ke Puskesmas Kepi untuk mendapatkan pertolongan pertama. Kondisinya cukup serius.
Menurut sejumlah saksi, pelaku tampak tidak waras. Diduga, ia sedang dalam pengaruh alkohol yang kuat. Setelah mengadang dan membuat WM terjatuh dari motornya, HK tak ragu lagi. Ia menghunus parang dan menyabet kaki korban.
“Benar telah terjadi kasus penganiayaan yang menyebabkan korban luka sayatan benda tajam pada pergelangan kaki sehingga harus mendapat penanganan medis di Puskesmas Kepi,” jelas Kasat Reskrim Polres Mappi, Iptu Aditama Tantaowi, Rabu (7/1/2026).
“Saat ini tersangka telah diamankan dan dalam penanganan penyidik Satuan Reskrim Polres Mappi,” tambahnya.
Polisi kemudian bercerita kronologinya. Rupanya, WM sedang berkendara dari arah Jalan Tanjung Kopi menuju Jalan Saham. Perjalanan biasa yang tiba-tiba berakhir nahas di depan toko itu. HK muncul, menghentikannya, lalu memukulnya hingga terjatuh. Dan serangan parang pun menyusul.
Motifnya masih diselidiki. Tapi dugaan sementara mengarah pada mabuk berat. “Dugaan sementara pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban akibat pengaruh minuman beralkohol sehingga tidak dapat mengendalikan diri,” kata Iptu Aditama.
Untungnya, respon warga dan polisi cepat. Begitu laporan masuk, petugas langsung bergerak. Mereka mengejar pelaku yang berusaha kabur. Tak jauh dari lokasi, tepatnya di sekitar Jalan Emete, HK akhirnya berhasil diamankan. Proses penangkapannya sendiri tidak mulus.
“Personel kami mengambil tindakan tegas terukur akibat tersangka tidak kooperatif dan melakukan perlawanan kepada petugas saat dilakukan penangkapan,” ucap perwira itu.
Barang bukti utama, sebuah parang, berhasil disita. Senjata itulah yang digunakan untuk melukai WM. Saat ini, HK sudah mendekam di sel tahanan Polres Mappi. Proses hukum sedang dipersiapkan untuknya. Kasus ini menjadi pengingat pilu tentang betapa berbahayanya gabungan antara alkohol dan emosi yang tak terkendali.
Artikel Terkait
Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Sulawesi Selatan
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk Aceh dan Sumut
Kematian Bos Kartel El Mencho Picu Gelombang Kekerasan di Meksiko
LPDP Perketat Pengawasan, 600 Penerima Beasiswa Diselidiki atas Dugaan Pelanggaran