Ahok Buka Suara Soal Pemilihan Diatur yang Bikinnya Cabut dari Partai

- Kamis, 08 Januari 2026 | 14:25 WIB
Ahok Buka Suara Soal Pemilihan Diatur yang Bikinnya Cabut dari Partai

Keputusan keluar dari Partai Gerindra itu terjadi lebih dari satu dekade lalu, tepatnya September 2014. Saat itu, Ahok merasa tidak lagi sejalan dengan partai yang mendukung revisi UU yang mengembalikan Pilkada ke tangan DPRD. Ia punya alasan kuat.

Menurut sejumlah saksi dan pengalamannya sendiri, Ahok mengaku tahu betul bagaimana praktiknya berjalan. Ia menceritakan, dulu sering membantu ayahnya, almarhum Indra Tjahaja Purnama, seorang pengusaha di Bangka Belitung. Rumah sang ayah kerap menjadi tempat berkumpulnya para ketua partai besar.

“Makanya, saya tahu persis,” ujar mantan Gubernur DKI itu.

“Misalnya dari tiga partai, pemilihan bupati… partai berkuasa bisa kumpulin ketua partai yang kesannya berantem di lapangan, terus diatur: ‘pilih siapa, pilih siapa’.”

Ia lalu menyebut contoh nyata yang mungkin masih diingat banyak orang: Pemilihan Gubernur Riau kala itu. “Pemilihan tiba-tiba kok suara dia… suara sebelum Pilkada, sudah dipanggil, ‘eh lu pilih ini ya,’ gitu. Diatur kan.”

Dari obrolan itulah terungkap, ketidaksukaannya pada mekanisme pilkada lewat DPRD berakar dari pengalaman langsung melihat ‘mesin politik’ bekerja. Bukan sekadar wacana.

Kini, setelah melalui proses sunting ulang, percakapan lengkapnya bisa kembali disaksikan publik. Meski sempat hilang, pandangan tajam Ahok soal dinamika politik lokal itu akhirnya tidak benar-benar hilang dari peredaran.


Halaman:

Komentar