Di sisi lain, Bakamla Kupang sudah sejak lama mencari kabar mereka.
Mayor Yeanry mengungkapkan, laporan kehilangan kontak dengan KM Triasmo Sejahtera telah diterima sejak 29 Desember 2025. “Sejak saat itu, kami langsung berkoordinasi intens dengan Kantor SAR Kupang, keluarga nelayan, dan instansi lain,” jelasnya. Upaya pencarian dan koordinasi terus berjalan, hingga akhirnya datang kabar baik bahwa para ABK berada di Timor Leste.
Bakamla RI pun segera bergerak. Koordinasi berjenjang dilakukan sesuai arahan pimpinan, mulai dari Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Dr. Irvansyah, hingga Kepala Zona Bakamla Timur, Laksma TNI I Putu Darjatna.
“Puji syukur, keenam ABK berhasil ditemukan dalam kondisi sehat dan dapat dipulangkan ke tanah air,” ujar Mayor Yeanry.
Dia menambahkan, “Ini merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi warga negara Indonesia, khususnya para nelayan.”
Usai proses di perbatasan, keenam nelayan itu dibawa ke kantor Dinas Kelautan dan Perikanan setempat. Di sanalah mereka akhirnya diserahkan kepada keluarga yang sudah menunggu. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan tertib.
Bakamla juga tak lupa mengingatkan. Para nelayan diimbau untuk selalu memeriksa kesiapan kapal, kelengkapan dokumen, serta alat navigasi dan komunikasi sebelum berlayar. Langkah sederhana ini bisa meminimalisir risiko dan mempermudah penanganan jika terjadi hal-hal darurat di laut.
Keenam nelayan yang berhasil dipulangkan tersebut adalah Erfan Agus (sebagai Nahkoda), Alfurkan Kapitan Lamahala, Juslan Tungga, Kamaruddin, Muhaimin Abas, dan Nawwir Gazali. Perjalanan panjang mereka akhirnya berujung di pelukan keluarga.
Artikel Terkait
Swasembada Pangan: Dari Target Ambisius Menjadi Kenyataan yang Terukur
Brimob Tembak Warga di Tambang Ilegal Bombana, Empat Personel Diperiksa Propam
Iran Padamkan Internet, Tuding AS dan Israel Picu Kerusuhan dari Aksi Damai
Dentuman Kembali di Aleppo, 22 Nyawa Melayang dalam Bentrokan