Pemulihan Aceh dan Sumatera: Ekonomi Kreatif dan Klinik UMKM Jadi Ujung Tombak

- Rabu, 07 Januari 2026 | 20:30 WIB
Pemulihan Aceh dan Sumatera: Ekonomi Kreatif dan Klinik UMKM Jadi Ujung Tombak

Pemulihan Pascabencana: Fokus pada Ekonomi Kreatif dan UMKM

Pascabencana yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, pemerintah kini bergerak ke fase berikutnya: rehabilitasi. Langkah-langkah yang diambil tak lagi sekadar bantuan darurat, melainkan upaya yang lebih mendalam untuk memberdayakan masyarakat dan menggerakkan roda ekonomi lokal. Intinya, bagaimana agar kehidupan di sana bisa bangkit kembali, bahkan lebih baik.

Dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Rabu lalu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan peran penting sektor kreatif dalam proses pemulihan ini.

"Terima kasih. Kami di bawah Kemenko Pemberdayaan Masyarakat terus melaporkan tentang program yang kami siapkan. Bantuan saat bencana sudah diberikan, tapi sekarang fokusnya adalah bagaimana industri kreatif di Aceh, Sumbar, dan Sumut ini bisa bangkit kembali," ujar Teuku Riefky.

Menurutnya, program yang dirancang akan menyentuh langsung para pegiat ekonomi kreatif dan desa-desa kreatif. Tentu saja, semua ini memerlukan koordinasi yang solid antar kementerian dan pemerintah daerah agar tepat sasaran.

"Nah, program-program yang akan dilakukan, nanti kami juga akan terus berkoordinasi dengan lintas Kementerian/Lembaga dan Pemda. Baik yang langsung untuk pegiat ekonomi kreatif di berbagai daerah tersebut, ataupun yang terkait dengan pengembangan desa-desa kreatif," katanya menjelaskan.

Sementara itu, dari sisi usaha mikro, langkah konkret juga sudah dimulai. Menteri UMKM Maman Abdurahman mengungkapkan pembentukan 'Klinik UMKM Bangkit' sebagai tindak lanjut arahan dari Kemenko Pemberdayaan Masyarakat.

"Menindaklanjuti arahan dan rapat koordinasi dengan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat oleh Cak Imin, kami dari Kementerian UMKM sudah membentuk klinik UMKM Bangkit. Klinik ini akan memberikan tiga layanan utama," ujarnya.

Layanan pertama yang disiapkan adalah terkait pembiayaan. Ini termasuk relaksasi pinjaman bagi UMKM yang terdampak bencana, yang diharapkan bisa meringankan beban mereka.

"Layanan pertama adalah layanan pembiayaan. Sudah diputuskan dalam rapat komite bahwa terkait piutang dan pinjaman usaha UMKM di wilayah terdampak akan diberikan relaksasi. Nanti akan kami petakan mana saja yang memungkinkan untuk dihapuskan," jelas Maman.

Di sisi lain, upaya pemulihan juga datang dari perluasan kesempatan kerja. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menyiapkan langkah strategis melalui program penempatan kerja ke luar negeri yang diprioritaskan untuk daerah terdampak.

Menteri P2MI Mukhtarudin menyatakan kesiapannya.

"Kami sudah mendapat arahan dari Bapak Menko terkait proses pemulihan di daerah terdampak, khususnya yang terkait dengan KP2MI," ujarnya.

Ia menambahkan, program prioritas penempatan 500 ribu pekerja migran yang terdiri dari 300 ribu lulusan SMK dan 200 ribu dari umum akan difokuskan ke tiga provinsi tersebut. Tak hanya penempatan, pelatihan dan pendampingan bagi keluarga pekerja migran yang terdampak juga akan difasilitasi.

"Tentu kita akan memprioritaskan program ini untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kita fasilitasi pelatihannya, lalu penempatannya," tandas Mukhtarudin.

Jadi, dari ekonomi kreatif, UMKM, hingga lapangan kerja di luar negeri, pemerintah sepertinya mencoba menjangkau berbagai lapisan masyarakat yang terdampak. Langkah-langkah ini baru awal, dan pelaksanaannya di lapangan nanti yang akan menentukan keberhasilannya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar