Menurut pihak rumah sakit, kontribusi para relawan ini bukan cuma soal fisik bangunan. Lebih dari itu, mereka membantu menjaga keberlangsungan layanan kesehatan di saat masyarakat sangat membutuhkan. Harapannya, semua kerja keras itu jadi amal baik dan membawa manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat Tamiang.
Di sisi lain, sertifikat yang ditandatangani Direktur RSUD itu menegaskan satu hal: sinergi antara institusi formal dan elemen masyarakat itu nyata. Kolaborasi semacam ini penting, terutama ketika menghadapi dampak bencana. Peran relawan, dalam misi kemanusiaan apa pun, seringkali jadi penopang yang tak tergantikan.
Penghargaan ini sendiri resmi ditetapkan di Aceh Tamiang pada tanggal 7 Januari lalu. Secara simbolis, ia menjadi bukti bahwa setelah badai, selalu ada cerita tentang orang-orang yang mau turun tangan membantu.
Artikel Terkait
Mentan Proyeksikan Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Dorong Hilirisasi Inovasi Kampus
Remaja 14 Tahun Hilang di Hutan Mamuju, Pencarian Gabungan Masih Berlangsung
Truk Skylift Dinas Perhubungan Gianyar Hangus Terbakar Diduga Akibat Korsleting
Peneliti IPB Kembangkan Pakan Probiotik Antikoksi untuk Dongkrak Produktivitas Ayam