Persoalan serupa ternyata tak cuma terjadi di satu titik. Di Pasar Cimanggis, yang juga berada di kawasan Ciputat, kondisi tak jauh berbeda. Sampah masih menumpuk dan belum diangkut petugas.
Akibatnya, badan jalan menyempit dan memicu kemacetan. Bau busuknya juga sudah pasti mengganggu siapa saja yang melintas.
Dari pantauan di lokasi, tumpukan itu didominasi limbah pasar: sisa sayuran, buah-busuk, dan plastik rumah tangga. Sampahnya menutupi sebagian jalan, sehingga kendaraan harus antre dan bergantian lewat.
Khairul, seorang pengendara motor, mengeluh. Menurutnya, tumpukan ini sudah terjadi lagi sejak seminggu terakhir.
Suprianto, pengendara mobil yang rutin melintas, punya cerita sama. Tumpukan sampah di Cimanggis sudah mencapai tiga meter dan makin tinggi saja setiap hari.
Lantas, apa penyebab semua ini? Rupanya, masalah berawal dari ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang di Serpong. Sebagai jalan keluar, Pemkot Tangsel mencoba mengirim sampah ke TPAS Cilowong di Serang dan ke Cileungsi, Bogor. Tapi, tampaknya langkah itu belum cukup untuk mengatasi penumpukan yang terjadi di lapangan.
Artikel Terkait
Penyelidikan Kematian Diplomat Arya Daru Resmi Dihentikan, Polisi: Tak Ada Unsur Pidana
Amien Rais Soroti KUHP Baru: Alat Legalisasi Otoritarianisme di Era Prabowo-Gibran
Macron Soroti Kecenderungan AS Menjauh dari Sekutu dan Aturan Global
Gencatan Senjata Diumumkan Usai Bentrokan Suriah-Kurdi di Aleppo