Iran Bergolak: Dari Protes Ekonomi ke Tuduhan Konspirasi Asing

- Rabu, 07 Januari 2026 | 07:40 WIB
Iran Bergolak: Dari Protes Ekonomi ke Tuduhan Konspirasi Asing

Benarkah Iran Diguncang Demonstrasi Besar?

Jawabannya, ya. Faktanya, sejak penghujung 2025 hingga awal 2026, jalanan di berbagai kota Iran ramai oleh massa. Gelombang protes besar-besaran ini menyapu negeri, dipicu oleh krisis ekonomi yang benar-benar parah. Hingga tanggal 7 Januari lalu, aksi ini sudah menjalar ke ratusan titik tepatnya 285 lokasi di 92 kota berbeda. Luar biasa, bukan?

Semua ini berawal dari gejolak ekonomi yang tak tertahankan. Hiperinflasi, harga pangan yang melambung, dan nilai Rial yang terpuruk jadi pemicu utamanya. Mata uang mereka bahkan sempat menyentuh titik terendah sejarah: 42 ribu Rial untuk satu dolar AS. Wajar saja kalau warga marah.

Namun begitu, tuntutan rakyat tak berhenti di situ. Awalnya cuma soal ekonomi, tapi kemudian berkembang jadi gerakan politik yang lebih keras. Slogan-slogan penuh amarah, seperti seruan "Matilah Diktator," mulai menggema di tengah kerumunan.

Bentrokan dengan aparat pun tak terhindarkan. Menurut laporan dari organisasi hak asasi manusia HRANA, dalam sepuluh hari pertama saja sudah ada 36 korban jiwa. Lebih dari dua ribu orang lainnya ditahan. Kota-kota besar seperti Teheran termasuk Grand Bazaar yang legendaris Mashhad, hingga Isfahan dan Ilam, menjadi saksi bisu kericuhan ini.

Di sisi lain, respon pemerintah cukup keras. Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dengan tegas menyebut para pengunjuk rasa sebagai "perusuh". Dia juga menuding ada campur tangan asing, terutama dari Amerika Serikat dan Israel. Untuk meredam situasi, akses internet sempat diputus di 21 provinsi. Bisa dibilang, ini adalah ujian berat bagi rezim sejak tahun 2022.

Benarkah Ada Tangan AS dan Israel di Balik Kerusuhan?

Pertanyaan itu mengemuka. Sejumlah pengamat internasional punya pandangan menarik. Salah satunya adalah Tengku Zulkifli Usman.

"Demonstrasi di Iran belum berakhir. Demo yang sudah masuk minggu kedua ini secara terang-terangan didukung AS dan Israel," ujarnya.


Halaman:

Komentar