MURIANETWORK.COM - Special show Pandji Pragiwaksono, Mens Rea, memang sedang ramai dibicarakan. Tapi bukan cuma soal lucunya. Ada materi yang dinilai banyak pihak sudah kelewat batas, terutama yang menyasar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kritik pun berdatangan, salah satunya dari praktisi hukum Deolipa Yumara.
Deolipa dengan tegas bilang, gaya komedi Pandji itu bukan lagi sekadar kritik sehat. Menurutnya, yang dilakukan Pandji lebih condong ke penghinaan. "Kita belum lihat rekamannya sih," ujarnya, "tapi dari cerita yang beredar, kata-kata dan mimiknya jelas menyindir. Bahkan patut diduga menghina Gibran sebagai wapres."
Pernyataan itu dia sampaikan dalam sebuah tayangan YouTube Berissi, Selasa lalu.
Memang, kritik terhadap pejabat itu hal yang wajar. Tapi Deolipa menilai caranya yang salah. Menirukan atau memparodikan mimik seorang pejabat negara, apalagi dengan nada mengejek, justru berpotensi menurunkan martabat jabatannya. "Iya, ini berlebihan," lanjutnya. "Pandji memparodikan mimik wapres dengan bahasa yang menyindir. Bisa kita anggap menghina."
Baginya, kritik yang konstruktif seharusnya fokus pada program kerja dan kebijakan, bukan menyerang pribadi atau karakternya. "Yang dikritik itu program kerjanya seperti apa, berhasil atau tidak. Bukan orangnya," tegas Deolipa.
Artikel Terkait
Menimbun Barang Bukan Cuma Soal Malas, Ini Akar Psikologis dan Pandangan Islam
Standar Ganda Pendukung Gibran: Saat Meledek Dipuji, Dikomentari Ringan Langsung Heboh
Benang Merah Chromebook Nadiem dan Investasi Google di GOTO: Negara Rugi Dua Kali?
Banjir Susulan Landa 44 Desa di Aceh Timur, Ribuan Jiwa Terdampak