Aurelie Moeremans Berhenti Bagikan Dukungan Demi Lindungi Teman dari Ancaman

- Senin, 12 Januari 2026 | 08:30 WIB
Aurelie Moeremans Berhenti Bagikan Dukungan Demi Lindungi Teman dari Ancaman

Aurelie Moeremans memutuskan berhenti total membagikan ulang dukungan dari rekan-rekannya di media sosial. Ini tentang bukunya, Broken Strings. Keputusan itu bukan tanpa alasan. Ia merasa bersalah.

Semuanya berawal setelah Hesti Purwadinata mendapat ancaman usai menunjukkan dukungan padanya. Aurelie sempat merepost unggahan Hesti. Nah, sejak saat itu, ancaman justru berlanjut kepada Hesti dan suaminya. Bukan cuma di DM Instagram, tapi merambah ke WhatsApp.

"Aku pernah repost story Teh Hesti. Setelah itu, sampai sekarang, Teh Hesti dan suaminya masih terus diancam. Dari DM, sampai ke WhatsApp,"

ungkap Aurelie lewat broadcast channel Instagramnya, Minggu lalu.

Rasanya berat buat Aurelie. Dia gamau orang lain ikut terseret dalam masalah pribadinya. Ancaman? Dia rela tanggung sendiri. "Kalau aku yang diancam, aku bisa terima. Tapi kalau sampai orang lain ikut kena hanya karena berdiri di sampingku, itu berat," tulisnya. Jelas terasa kekhawatirannya.

Tak cuma cerita, Aurelie juga membagikan bukti. Sebuah tangkapan layar percakapan ancaman yang dikirim ke suami Hesti. Isinya seram: ultimatum 24 jam dan ancaman akan ditempuhnya jalur hukum. Sungguh mengerikan.

Menanggapi ini, Aurelie justru menyindir. Kehidupan nyatanya kini seperti adegan film. "Bukuku belum difilmkan. Tapi live action-nya sudah jalan duluan," ujarnya. Sebuah pernyataan yang terdengar getir.

Kini, strateginya berubah. Untuk melindungi teman-temannya, Aurelie memilih diam. Tidak akan ada lagi repost. Dengan cara ini, pihak yang meneror tak akan tahu siapa saja yang sebenarnya mendukungnya. "Dengan aku tidak repost, dia tidak tahu siapa saja yang mendukungku. Dan teman-temanku bisa tetap aman dari ancaman gak jelas," lanjutnya. Logis juga, sih.

Di akhir pesannya, Aurelie berusaha meyakinkan para pendukungnya. Meski tak lagi menampakkan dukungan itu di feed, ia tetap merasakannya. "Doa dan dukungan kalian sampai kok. Diam-diam, tapi kuat," pungkasnya. Sebuah penutup yang menghangatkan.

Buku Broken Strings sendiri adalah kisah personal Aurelie. Buku itu mengangkat luka dan proses penyembuhannya setelah mengalami grooming di usia 15 tahun. Mungkin, ancaman-ancaman ini justru menjadi babak lain dari perjalanan panjangnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar