Mulai dari evakuasi warga yang masih terisolasi, pencarian korban hilang, sampai menyalurkan bantuan logistik yang sangat dibutuhkan. Tak cuma itu, pemulihan infrastruktur yang rusak dan pelayanan kesehatan bagi korban juga jadi prioritas.
Dampak banjir bandang tanggal 5 Januari itu memang serius. Data sementara mencatat, setidaknya 16 orang meninggal dunia. Korban luka-luka berjatuhan. Puluhan rumah rusak, bahkan ada yang hanyut diterjang arus deras.
Yang menarik, markas Polres Kepulauan Sitaro sendiri ikut terdampak dan mengalami kerusakan. Ini menunjukkan betapa besarnya kekuatan banjir yang melanda.
Nah, di tengah situasi seperti ini, Polda Sulut memastikan bantuannya bukan sekadar seremonial. Mereka berjanji akan terus terlibat aktif sampai kondisi di Sitaro benar-benar pulih dan kehidupan warga bisa berjalan normal kembali. Perjalanan mungkin masih panjang, tapi upaya bersama jelas sudah dimulai.
Artikel Terkait
KPK Periksa Belasan Pejabat Tulungagung Usai OTT Bupati
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam Operasi di Jatim
Siswa Tewas Usai Senapan Rakitan Meledak Saat Ujian Praktik di Siak
ASN Kementan Ubah Pekarangan Sempit Jadi Model Ketahanan Pangan Keluarga