Mulai dari evakuasi warga yang masih terisolasi, pencarian korban hilang, sampai menyalurkan bantuan logistik yang sangat dibutuhkan. Tak cuma itu, pemulihan infrastruktur yang rusak dan pelayanan kesehatan bagi korban juga jadi prioritas.
Dampak banjir bandang tanggal 5 Januari itu memang serius. Data sementara mencatat, setidaknya 16 orang meninggal dunia. Korban luka-luka berjatuhan. Puluhan rumah rusak, bahkan ada yang hanyut diterjang arus deras.
Yang menarik, markas Polres Kepulauan Sitaro sendiri ikut terdampak dan mengalami kerusakan. Ini menunjukkan betapa besarnya kekuatan banjir yang melanda.
Nah, di tengah situasi seperti ini, Polda Sulut memastikan bantuannya bukan sekadar seremonial. Mereka berjanji akan terus terlibat aktif sampai kondisi di Sitaro benar-benar pulih dan kehidupan warga bisa berjalan normal kembali. Perjalanan mungkin masih panjang, tapi upaya bersama jelas sudah dimulai.
Artikel Terkait
Banjir Susulan Landa 44 Desa di Aceh Timur, Ribuan Jiwa Terdampak
Menara Haji Indonesia di Makkah Ditargetkan Beroperasi pada 2028
Depok Bergerak: Pelebaran Jalan dan Rekayasa Lalu Lintas untuk Atasi Macet Kronis Sawangan
Otak Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto Segera Hadapi Sidang