Bau menusuk langsung menyergap begitu mendekati TPS di Kelurahan Baktijaya, Depok. Selasa (5/1) pagi itu, pemandangannya suram: gunungan sampah bukan cuma memenuhi tempat penampungan, tapi sudah meluber ke badan jalan. Persis di depan hunian warga.
Madi, salah satu petugas, cuma bisa geleng-geleng melihat gerobaknya tertahan. "Iya, saya jadi banyak diprotes warga," ujarnya, sambil menunjuk tumpukan yang sudah menggunung sejak awal tahun. Menurutnya, kondisi di lapangan sudah sangat tidak memungkinkan.
"Kalau dilihat langsung, kita buang ke sini juga sudah tidak memungkinkan," tambahnya.
Warga sekitar jelas resah. Volume sampah yang luar biasa itu menutupi sebagian jalan, hingga hanya motor yang bisa nyelonong lewat. Enyak, seorang nenek berusia 80 tahun, mengaku terganggu sejak tahun baru. "Ya sudah protes-protes. Mobil kan enggak bisa lewat," keluhnya.
Masalahnya, kata Enyak, pengangkutan terasa lambat. Dalam sehari cuma satu truk yang datang. "Kalau mobil pengangkut sampah enggak datang, mau pakai apa? Tadi satu atau dua kali sudah datang," ucapnya.
Harapannya sederhana: sampah segera diangkut. Soal bau, ia sudah tak tahan. "Ya bau "mah" bau. Pengennya sih segera diangkutin. Kerasa baunya kalau lagi duduk di depan begini," tutur Enyak.
Artikel Terkait
Banjir Susulan Landa 44 Desa di Aceh Timur, Ribuan Jiwa Terdampak
Menara Haji Indonesia di Makkah Ditargetkan Beroperasi pada 2028
Depok Bergerak: Pelebaran Jalan dan Rekayasa Lalu Lintas untuk Atasi Macet Kronis Sawangan
Otak Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto Segera Hadapi Sidang