Masalahnya, revisi untuk 17 daerah itu pun dinilai masih melenceng. Pengelompokan usahanya amburadul.
Yang bikin sakit hati, Suparno bukan orang sembarangan. Dia dulu adalah Wakil Ketua Tim Pemenangan Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar. Dia yang berkeliling dari kota ke kota, bertemu buruh, menyosialisasikan visi sang calon.
Janji Dedi waktu kampanye tentang kesejahteraan buruh dan komitmen pada UMSK yang adil, masih terngiang. Tapi sekarang, janji itu tinggal janji.
Usaha kerasnya selama kampanye seolah sia-sia. Dari Bekasi ke Karawang, dia habiskan tenaga untuk memenangkan Dedi. Dan itu berhasil.
Tapi kemenangan itu kini terasa pahit. Sikap Gubernur, menurutnya, berbalik 180 derajat.
Nah, tinggal tunggu Kamis depan. Apakah aksi puluhan ribu buruh ini akan membuat pemerintah provinsi bergeming, atau justru menjadi awal dari konflik yang lebih panjang. Semua mata kini tertuju ke Jawa Barat dan Jakarta.
Artikel Terkait
Menara Haji Indonesia di Makkah Ditargetkan Beroperasi pada 2028
Depok Bergerak: Pelebaran Jalan dan Rekayasa Lalu Lintas untuk Atasi Macet Kronis Sawangan
Otak Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto Segera Hadapi Sidang
Tenda Pengungsian di Gaza Diserang Drone, Lima Anak di Antaranya Tewas