Selasa pagi (6/1) lalu, pemandangan yang memprihatinkan kembali menyambut pengguna jalan di Jalan Raya Otista, Ciputat. Tepatnya di kawasan Pasar Cimanggis, sebuah gunungan sampah yang tingginya nyaris setara bak truk memenuhi bahu jalan. Bahkan, tumpukan itu meluber begitu saja, menutupi hampir separuh badan jalan raya.
Akibatnya, arus lalu lintas langsung macet. Kendaraan roda dua dan empat sama-sama merasakan dampaknya. Mereka terpaksa melaju pelan-pelan, berusaha menghindari tumpukan kotoran yang berserakan itu.
Bau busuk yang menyengat pun tak terhindarkan. Aroma itu jelas-jelas menambah rasa tak nyaman bagi siapa saja yang melintas, baik pejalan kaki maupun mereka yang sedang berkendara.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan, Bani Khosiyatullah, penumpukan ini masih terjadi karena proses pembuangan ke TPAS Cilowong di Kota Serang belum berjalan normal. "Masih dalam tahap uji coba," ujarnya.
Dia menjelaskan, kuota pengangkutan per hari saat ini dibatasi hanya sekitar 10 truk. Kapasitasnya pun tak banyak, hanya 40 sampai 50 ton. Jelas, jumlah itu belum cukup untuk mengatasi volume sampah yang dihasilkan setiap harinya.
Di sisi lain, TPA Cipeucang yang seharusnya menjadi andalan, hingga kini masih belum bisa beroperasi. Meski upaya pembersihan di lokasi Pasar Cimanggis sudah beberapa kali dilakukan, nyatanya sampah tetap saja menggunung. Masalah ini, tampaknya, belum akan menemui ujung penyelesaian dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi
Ketua BEM UGM Laporkan Teror Anonim Usai Kritik Pemerintah
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Pick Up India
Tes Urine Massal di Polres Jakarta Pusat, Satu Personel Positif Codeine karena Obat Batuk