Lalu ada unggahan provokatif di media sosial. Katie Miller, istri dari penasihat senior Trump, Stephen Miller, mengunggah gambar Greenland dengan warna bendera AS. Hanya ada satu kata pendamping: “Segera”.
Unggahan itu langsung memantik reaksi. Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, dengan tegas mengecamnya.
“Hubungan antarnegara dan antarbangsa dibangun atas dasar saling menghormati dan hukum internasional, bukan melalui gestur simbolik yang mengabaikan status dan hak kami,” tulisnya.
Meski demikian, Nielsen berusaha menenangkan warganya. Ia menyatakan tidak ada alasan untuk panik.
“Tidak ada alasan untuk panik ataupun khawatir. Negara kami tidak untuk dijual, dan masa depan kami tidak ditentukan oleh unggahan media sosial,” katanya.
Dalam konferensi pers pada Senin lalu, ia kembali meredam ketegangan. Nielsen meyakinkan publik bahwa skenario pengambilalihan paksa adalah hal yang jauh dari kenyataan.
“Kami tidak berada dalam situasi di mana kami berpikir akan terjadi pengambilalihan negara secara tiba-tiba, dan itulah sebabnya kami menekankan bahwa kami menginginkan kerja sama yang baik,” jelasnya.
“Situasinya tidak sedemikian rupa, sehingga Amerika Serikat bisa begitu saja menaklukkan Greenland,” pungkas Nielsen, mencoba menutup pembicaraan dengan nada tenang meski awan konflik masih menggantung.
Artikel Terkait
Bos Kejahatan Cyber Chen Zhi Diekstradisi dari Kamboja, Aset Triliunan Rupiah Disita
Perselingkuhan Berulang: Kapan Batas Kesabaran dalam Rumah Tangga?
Prabowo Tegaskan Bonus Rp 456 Miliar untuk Atlet SEA Games Bukan Upah, Melainkan Tabungan Masa Depan
Perutmu Bisa Jadi Korban dari Terlalu Banyak Baca Berita Politik