Kabar duka kembali datang dari Sitaro. Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang yang melanda kabupaten kepulauan itu bertambah lagi, menjadi 14 orang per Selasa (6/1/2026). Tak hanya itu, empat warga lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dicari.
Penambahan korban ini terjadi setelah tim gabungan dari Brimob Polda Sulut dan TNI AL berhasil mengevakuasi satu jenazah di Kelurahan Bahu, Siau Timur. Kondisinya memilukan terjepit di antara tumpukan batu, pasir, dan batang pohon yang dihanyutkan arus deras. Jenazah itu kemudian segera dibawa ke rumah sakit.
Menurut data BPBD setempat, bencana ini tak hanya merenggut nyawa. Sedikitnya 18 orang luka-luka. Dampaknya lebih luas lagi: ratusan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka. Catatan sementara menunjukkan 261 orang mengungsi, tersebar di sejumlah titik pengungsian di Kepulauan Siau.
Di sisi lain, upaya pemulihan mulai digenjot. Aparat TNI-Polri bersama relawan bahu-membahu membersihkan jalan utama dan fasilitas umum. Mereka fokus menyingkirkan material bebatuan dan pasir yang memblokir akses, khususnya di Kampung Laheng dan Kampung Batu Senggo di Siau Barat. Alat berat pun dikerahkan untuk mempercepat pekerjaan.
Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, menegaskan prioritas utama saat ini.
“Ada 14 korban tewas. Empat orang masih dicari. Kami fokus pencarian korban dan membersihkan lokasi untuk membuka kembali akses jalan,” ujarnya, Selasa lalu.
Untuk mempercepat semua langkah darurat itu, Pemkab Sitaro telah menetapkan status tanggap darurat. Status ini berlaku selama 14 hari ke depan, mulai Senin (5/1/2026). Harapannya, pencarian korban dan perbaikan infrastruktur yang rusak bisa dilakukan lebih lancar.
Suasana di lokasi masih tegang, namun upaya terpadu dari pemerintah daerah, aparat, dan relawan terus berjalan. Mereka berusaha keras memulihkan keadaan dan, yang paling penting, menjaga keselamatan warga yang masih bertahan.
Artikel Terkait
ASDP Terapkan Diskon Tiket dan Tarif Tunggal untuk Mudik Lebaran 2026
Wakil Ketua BS OJK Soroti Kontradiksi Nilai Ramadhan dengan Korupsi Rp310 Triliun
Anggota Polri Meninggal dengan Luka Mencurigakan, Propam Polda Sulsel Lakukan Visum dan Pemeriksaan
Aktivis HAM Soroti Ironi Anggaran Negara Usai Tragedi Anak Meninggal karena Tak Mampu Beli Alat Tulis