Di alun-alun Cinelandia, Rio de Janeiro, suasana Senin (5/1) itu tampak berbeda. Sebuah bendera Venezuela berukuran raksasa berkibar-kibar, diangkat oleh massa yang memadati kawasan itu. Mereka berkumpul untuk satu tujuan: menunjukkan dukungan kepada Presiden Nicolas Maduro.
Tak cuma di Rio. Di Sao Paulo, aksi serupa berlangsung dengan tensi yang lebih panas. Para pendemo tak sekadar berkumpul. Mereka membakar bendera Amerika Serikat, sebuah protes simbolik yang terang-terangan. Asap hitam mengepul, mencerminkan kemarahan yang meluap.
Lantas, apa yang memicu semua ini? Aksi-aksi solidaritas itu meletup setelah sebuah peristiwa besar. Pasukan AS disebut telah menangkap pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, pada Sabtu (3/1) lalu. Keadaan pun berubah drastis.
Tak lama setelah penangkapan itu, Delcy Rodriguez secara resmi dilantik. Ia kini memegang tampuk kepresidenan Venezuela yang baru, di tengah situasi yang masih bergejolak.
Artikel Terkait
Kemensos Siapkan Pendamping Bersertifikat untuk Program Makanan Lansia dan Disabilitas
Rudal Rusia Hantam Lviv, Ancaman Hipersonik Mengintai Perbatasan NATO
Penangkapan Maduro: Saat Hukum AS Menjadi Senjata Perang Baru
Duel Sengit di Coliseum: Getafe vs Real Sociedad Berebut Angin Segar