Masjid Al-Huda di Pedukuhan Gari, Wonosari, Gunungkidul, kini cuma tinggal kenangan. Bangunannya sudah rata dengan tanah. Yang tersisa adalah rasa sedih dan kecewa warga, setelah janji manis dari para donatur ternyata hanya isapan jempol belaka.
Mereka merasa tertipu. Bagaimana tidak, masjid satu-satunya di pedukuhan itu dibongkar atas permintaan calon penyandang dana, yang kemudian menghilang tanpa kabar.
Ketua Panitia Pembangunan, Budi Antoro, masih ingat betul awal mula musibah ini. Kisahnya berawal di November 2025 silam. Saat itu, dua orang mendatangi sesepuh Gari. Satu berasal dari Gari sendiri, satunya lagi warga Kapanewon Ngawen yang berinisial H. Mereka mengutarakan niat untuk mendanai renovasi total masjid.
“Syaratnya, masjid lama harus dibongkar dulu. Semua syarat lain, termasuk RAB, kami penuhi. Tapi di tengah jalan, prosesnya mandek total,” ujar Budi via telepon, Senin (5/1).
Komunikasi Putus, Kecurigaan Muncul
Awalnya, komunikasi dengan si H ini berjalan mulus. Tapi lama-lama, warga mulai mencium bau tidak sedap. Ada yang janggal. Mereka pun berinisiatif mengecek kebenaran cerita H, termasuk soal yayasan dan tokoh yang ia sebut-sebut sebagai backing-nya.
Hasilnya? Ternyata semua itu hanya kedok. H sendiri kini hilang bagai ditelan bumi, tak bisa dihubungi. Sementara warga Gari yang ikut mendampinginya, menurut Budi, juga korban. “Dia cuma tangan kanan si H. Dia sendiri tidak tahu persoalan sebenarnya, cuma disuruh menghubungi kami,” jelas Budi.
Artikel Terkait
Depok Bergerak: Pelebaran Jalan dan Rekayasa Lalu Lintas untuk Atasi Macet Kronis Sawangan
Otak Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto Segera Hadapi Sidang
Tenda Pengungsian di Gaza Diserang Drone, Lima Anak di Antaranya Tewas
Mabuk dan Tuduhan Uang Patungan, Seorang Pria Tewas Dianiaya Teman Minumnya di Rappocini