Wuling Almaz Darion Terungkap di PDKI, Siap Ramaikan Pasar SUV Indonesia

- Senin, 19 Januari 2026 | 06:12 WIB
Wuling Almaz Darion Terungkap di PDKI, Siap Ramaikan Pasar SUV Indonesia

Wuling baru saja mendaftarkan desain mobil baru ke Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI). Kalau dilihat dari sketsanya, kemungkinan besar ini adalah Almaz Darion yang selama ini banyak ditunggu.

Desain itu terdaftar atas nama SAIC GM Wuling Automobile Co., Ltd. Statusnya kini sudah masuk masa publikasi, lho. Permohonannya sendiri diajukan sejak 18 Desember 2025, dan diumumkan secara resmi pada 14 Januari 2026 dengan nomor A00202508361.

Kalau jadi diluncurkan, Almaz Darion ini bakal jadi teman sekaligus pelengkap untuk Cortez Darion yang baru dipasarkan akhir tahun lalu. Jadi, lini produk mereka makin lengkap.

Nah, soal desainnya. Gambar yang beredar menunjukkan sosok SUV berukuran menengah dengan karakter yang cukup tegas. Garis-garisnya kotak, memberi kesan solid. Bagian depannya punya grille besar berpola kotak, dipadukan lampu utama yang menyipit. Hasilnya? Tampilan yang modern tapi tetap terlihat tangguh.

Proporsinya khas SUV lima pintu. Atapnya relatif tinggi dan ground clearance-nya tampak jangkung. Gaya seperti ini jelas mengarah ke segmen SUV keluarga yang lagi ngetren, atau yang punya nuansa petualangan ringan.

Menariknya, hak prioritas desain ini ternyata berasal dari China dengan nomor 2025303605359 per 23 Juni 2025. Artinya, model ini kemungkinan sudah disiapkan untuk pasar global lebih dulu, sebelum akhirnya dilindungi desainnya di Indonesia.

Di sisi lain, Wuling Indonesia sendiri masih tutup mulut. Belum ada konfirmasi resmi sama sekali soal kendaraan ini.

Tapi, kita tahu polanya. Langkah pendaftaran desain seperti ini seringkali jadi sinyal pertama. Biasanya, ini pertanda ada model baru yang akan segera hadir, entah itu diproduksi lokal atau diimpor utuh ke sini. Kita tunggu saja kabar selanjutnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar