Setelah aksi militer Amerika Serikat yang menggemparkan Venezuela pada Sabtu lalu, kabar baik datang dari Caracas. Yvonne Mewengkang, Juru Bicara Kemlu, menyatakan seluruh Warga Negara Indonesia di sana dalam kondisi aman. Operasi yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro itu sempat menimbulkan kekhawatiran, namun menurut pantauan langsung KBRI, semua berjalan baik.
“Berdasarkan pantauan langsung KBRI Caracas, pada hari ini waktu setempat, pertanggal 5 Januari 2026, KBRI Caracas memastikan bahwa saat ini seluruh 37 WNI di Venezuela dalam keadaan aman dan dapat tetap terus berkomunikasi dengan KBRI,”
Demikian penegasan Yvonne dalam keterangannya, Senin (5/1).
Memang ada sedikit gangguan. Jaringan komunikasi sempat terputus di satu wilayah, ditambah pemadaman listrik. Tapi secara umum, situasinya sudah jauh lebih tenang. Bahkan, aktivitas sosial di ibu kota Venezuela itu mulai menunjukkan tanda-tanda pulih.
Yang menarik, fenomena panic buying yang kerap terjadi di tengah krisis ternyata tak terlihat. Pasar swalayan sudah buka kembali. Stasiun pengisian bahan bakar juga beroperasi. Lalu lintas di jalan-jalan utama pun mulai ramai seperti biasa, mobilitas kendaraan berjalan normal.
Di balik itu semua, tentu ada persiapan. Pihak Kemlu dan KBRI Caracas sudah menyiapkan skenario cadangan atau contingency plan. Rencana ini akan dijalankan jika situasi memburuk, menyesuaikan dengan perkembangan terbaru di lapangan.
“Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Caracas telah memiliki contingency plan terkait situasi keamanan di Venezuela yang akan diberlakukan sekiranya dibutuhkan sesuai perkembangan situasi terkini,” tegas Yvonne.
Namun begitu, dia tak lupa menyampaikan seruan yang lebih luas. Yvonne mengimbau semua pihak untuk patuh pada hukum internasional dan lebih mengedepankan jalan dialog. Keselamatan warga sipil, menurutnya, harus jadi prioritas utama.
“Setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional. Indonesia menyerukan secara tegas kepada semua pihak untuk mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip dalam piagam PBB dan Hukum Humaniter Internasional (HHI), khususnya perlindungan dan keselamatan warga sipil,” tandasnya.
Pesan terakhirnya ditujukan untuk WNI di Venezuela: tetap waspada dan selalu menghormati hak serta kehendak rakyat setempat dalam menentukan masa depan bangsa mereka sendiri.
Artikel Terkait
Golkar Bantah Wacana Bahlil Maju Pilpres 2029, Tegaskan Fokus pada Konsolidasi Partai
Empat Terdakwa Budi Daya Ganja Greenhouse di Jombang Terancam Hukuman Mati
Presiden Prabowo Terima Kunjungan Jusuf Kalla di Istana Merdeka
Delapan WNA China Dideportasi Imigrasi Medan karena Salahgunakan Izin Tinggal