JAKARTA – Lewat sebuah pernyataan di media sosial X, Kementerian Luar Negeri RI pada Ahad (4/1) menyuarakan keprihatinan seriusnya atas situasi yang memanas di Venezuela. Perkembangan politik dan keamanan di negara Amerika Latin itu, rupanya, dicermati dengan saksama dari Jakarta.
Intinya, Indonesia gelisah. Pemerintah menilai, penggunaan kekuatan atau sekadar ancaman militer dalam menyelesaikan konflik bisa jadi preseden yang berbahaya. Bayang-bayangnya panjang: stabilitas global bisa terusik.
"Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan, yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional,"
begitu bunyi pernyataan resmi Kemlu.
Menurut pandangan Jakarta, langkah-langkah semacam itu bukan cuma mengacaukan perdamaian di kawasan setempat. Lebih dari itu, ia berpotensi menggerogoti prinsip kedaulatan fondasi dasar pergaulan antar bangsa. Ketika diplomasi diabaikan, risikonya selalu besar.
Di sisi lain, Indonesia juga mengingatkan komunitas internasional. Hak dan kehendak rakyat Venezuela, kata mereka, harus tetap dihormati. Masa depan bangsa itu ya ada di tangan mereka sendiri.
Artikel Terkait
Prabowo Soroti Swasembada Pangan dan Hadirnya Panglima TNI dalam Taklimat Awal Tahun
Kantong Cinta Palsu di Sleman: Bisnis Penipuan Daring dengan Target Rp33 Miliar Sebulan
Tiang Monorel Rasuna Said Akhirnya Dibongkar, Warga: Sudah Lama Jadi Ancaman
Video Call Berdarah: Ayah Politikus Saksikan Putranya Tewas dari Kantor