Di antara kerumunan, ada Yadi bersama keluarganya. Mereka adalah wisatawan dari Bogor yang sengaja menghabiskan malam terakhir liburan di sini.
“Kami baru pulang malam ini. Mumpung masih libur, sekalian jalan-jalan ke Dago karena banyak tempat makan,” katanya.
Alasannya sederhana: jarak yang dekat dan beragamnya pilihan kuliner membuat Bandung, khususnya Dago, selalu jadi tujuan yang menarik. Bagi banyak orang seperti Yadi, kota ini menjadi persinggahan terakhir sebelum kembali ke rutinitas.
Malam semakin larut, namun arus kendaraan justru terasa semakin rapat. Pelat-pelat nomor luar kota itu masih mendominasi, seolah menjadi penanda bahwa suasana liburan belum benar-benar usai. Di balik semua hiruk-pikuk ini, Dago tetap menawarkan pesonanya: romantisme lampu kota, secangkir kopi, dan kenangan tentang akhir pekan yang berjalan perlahan.
Artikel Terkait
Pencarian Syafiq Ridhan di Gunung Slamet: Tongkat dan Doa Seorang Ayah di Hutan Belantara
Royman dan Alarm Demokrasi: Saat Watchdog Dihantam di Morowali
Kiai Didin: Di Balik Kesulitan, Selalu Ada Kemudahan
Mantan Misionaris yang Berburu Cacat Al-Quran, Justru Tersungkur di Ayat Ini