Kalau melihat track record-nya, program RPL ini sebenarnya sudah berjalan. Menurut rincian Mu’ti, di tahun 2025 lalu program ini berhasil meluluskan sekitar 12.500 guru. Nah, untuk tahun 2026 nanti, targetnya jauh lebih besar: dialokasikan untuk 150.000 guru.
“Sehingga pada Tahun 2027 nanti akan ada 162.500 sarjana,” imbuhnya.
Bayangkan, ratusan ribu guru baru dengan gelar sarjana yang dihasilkan dari program ini. Itu angka yang signifikan.
Tapi, ceritanya tidak berhenti di gelar S1 saja. Mu’ti punya harapan lebih jauh. Ia berharap, setelah menyandang gelar sarjana, para guru ini bisa melanjutkan ke program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
“Jika nanti sukses PPG-nya, yang memenuhi persyaratan bisa mendapatkan tunjangan sertifikasi,” pungkas dia.
Logikanya sederhana, namun dampaknya bisa berantai. Dengan kualifikasi yang lebih baik, tunjangan yang lebih layak, kesejahteraan guru diharapkan ikut terdongkrak. Pada akhirnya, semua itu bermuara pada satu tujuan: peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar di kelas. Itulah yang kita semua tunggu.
Artikel Terkait
Ruas Fatmawati Menyempit, Arus Lalu Lintas Berubah Hingga 2026
Kemenkominfo Blokir Grok AI, Diduga Jadi Alat Penyebar Deepfake Porno
Masjid yang Dibungkam: Ketika Khutbah Jumat Dilarang Bicara Keadilan
Kepala Sekolah Kupang: Inilah Keadilan Sosial yang Nyata