Untuk berjaga-jaga, Kereta Api 1014 yang saat itu berada di Jalur VIII segera dilangsir menjauh. Area sekitarnya juga dikosongkan dari penumpang. Tujuannya satu: menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Nah, setelah situasi darurat awal ditangani, KAI langsung melibatkan pihak lain. Mereka berkoordinasi dengan PLN, misalnya, untuk penanganan teknis lebih lanjut agar masalah serupa tidak terulang.
Dan upaya itu tampaknya membuahkan hasil. Franoto menyatakan,
Bagusnya, seluruh kejadian ini ternyata tidak sampai mengganggu jadwal perjalanan kereta api. Tidak ada keterlambatan atau pembatalan yang dilaporkan. Operasional tetap berjalan seperti biasa.
Hingga kini, pemantauan di lokasi masih terus dilakukan. KAI juga mengimbau para penumpang untuk tetap tenang dan, yang paling penting, patuh pada arahan petugas di lapangan. Keselamatan bersama, kan, yang jadi prioritas utama.
Artikel Terkait
Ridwan Kamil dan Atalia Resmi Berpisah Setelah 29 Tahun
Pencarian Syafiq Ridhan di Gunung Slamet: Tongkat dan Doa Seorang Ayah di Hutan Belantara
Royman dan Alarm Demokrasi: Saat Watchdog Dihantam di Morowali
Kiai Didin: Di Balik Kesulitan, Selalu Ada Kemudahan