Trump Secara Terbuka Tolak Rencana Aneksasi Tepi Barat oleh Israel

- Rabu, 11 Februari 2026 | 21:15 WIB
Trump Secara Terbuka Tolak Rencana Aneksasi Tepi Barat oleh Israel

MURIANETWORK.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menentang rencana Israel untuk menganeksasi wilayah Tepi Barat. Pernyataan mengejutkan dari sekutu dekat Israel ini disampaikan dalam wawancara dengan Axios, Selasa malam, di tengah meningkatnya kecaman dari Uni Eropa dan sejumlah negara anggotanya terhadap langkah-langkah baru kabinet keamanan Israel yang dinilai melanggar hukum internasional dan mengancam stabilitas kawasan.

Pernyataan Tegas Trump di Tengah Kompleksitas Global

Meski dikenal sebagai pendukung kuat Israel, Donald Trump menyampaikan penolakannya dengan kata-kata yang lugas. Pernyataannya ini muncul pada saat dunia, termasuk AS sendiri, sedang menghadapi berbagai tantangan kompleks. Dalam wawancara tersebut, Trump menegaskan fokus global seharusnya tidak terpecah oleh isu ini.

"Saya menentang aneksasi," tegas Trump. Ia kemudian menambahkan, "Kita memiliki cukup banyak hal untuk dipikirkan sekarang. Kita tidak perlu berurusan dengan isu Tepi Barat."

Uni Eropa Serukan Pelanggaran Hukum Internasional

Hanya berselang singkat setelah pernyataan Trump, Uni Eropa mengeluarkan kecaman resmi yang keras. Melalui pernyataan bersama yang dirilis oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri Kaja Kallas bersama Komisaris Dubravka Suica dan Hadja Lahbib, blok 27 negara itu menyatakan sikap tegasnya.

Mereka menilai langkah sepihak Israel sebagai tindakan "kontraproduktif dan tidak kompatibel dengan hukum internasional." Blok tersebut juga memperingatkan bahwa keputusan kabinet keamanan Israel berisiko merusak upaya perdamaian dan mengancam status quo sensitif di situs-situs keagamaan, sekaligus menghambat implementasi Protokol Hebron.

Gelombang Kecaman dari Ibu Kota Eropa

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar