Setelah sepuluh hari pencarian yang melelahkan di perairan Labuan Bajo, akhirnya ada titik terang. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jenazah Fernando Martin Carreras, pelatih tim B wanita Valencia CF, pada Minggu (4/1). Ia adalah satu dari empat korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di sekitar Pulau Padar, Manggarai Barat. Hingga saat ini, sudah dua korban yang berhasil ditemukan.
Sayangnya, dua orang lainnya masih belum diketahui keberadaannya. Keduanya adalah anak laki-laki dari Fernando. Menanggapi hal ini, Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko memutuskan untuk memperpanjang operasi pencarian.
“Perpanjangan pencarian pertama itu dari tanggal 2–4 Januari 2026,” jelas Rudi.
“Perpanjangan kedua sampai dengan 7 Januari 2026,” tambahnya.
Fernando ditemukan oleh tim Ditpolairud Polda NTT. Menurut penuturan Rudi, kondisi jenazah pria itu dalam posisi telungkup dan tanpa busana, terombang-ambing di permukaan laut. Tanpa menunggu lama, tim langsung berkoordinasi dengan Basarnas untuk proses evakuasi.
“Jenazah dibawa ke KN SAR Puntadewa untuk kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo guna proses identifikasi lebih lanjut,” ujarnya.
Penyidikan Mengarah pada Unsur Kelalaian
Di sisi lain, proses hukum terus bergulir. Polda NTT memastikan penyidikan atas musibah ini masih berjalan intensif. Kabid Humas, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menyebut bahwa pihaknya kini tengah mendalami analisis dan evaluasi untuk mengungkap akar masalahnya.
“Penyidikan difokuskan pada dugaan kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dunia,” tegas Henry.
Untuk itu, penyidik gabungan dari Satreskrim dan Satpolairud telah memeriksa sejumlah pihak. Mereka memanggil awak kapal dan orang-orang yang terlibat dalam operasional wisata bahari itu. Pemeriksaan detail dilakukan, mulai dari cara pengendalian kapal, kondisi teknis mesin, sampai yang paling krusial: prosedur keselamatan saat darurat.
Bukti-bukti pendukung seperti dokumen kapal juga telah diamankan. Semua akan dirangkai untuk mendapatkan gambaran utuh sebelum nantinya menentukan status hukum.
“Penetapan tersangka akan dilakukan setelah alat bukti dinyatakan cukup,” kata Henry.
Ia menegaskan, langkah ini bukan sekadar formalitas. Tujuannya jelas: menegakkan keadilan untuk keluarga korban dan sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi pelaku usaha wisata agar keselamatan jadi prioritas utama.
“Kami akan menyampaikan perkembangan penyidikan secara terbuka kepada publik,” tutupnya.
Artikel Terkait
Wakil Ketua BS OJK Soroti Kontradiksi Nilai Ramadhan dengan Korupsi Rp310 Triliun
Anggota Polri Meninggal dengan Luka Mencurigakan, Propam Polda Sulsel Lakukan Visum dan Pemeriksaan
Aktivis HAM Soroti Ironi Anggaran Negara Usai Tragedi Anak Meninggal karena Tak Mampu Beli Alat Tulis
AC Milan Tersungkur di San Siro, Kalah 0-1 dari Parma