"Senang ya, bisa olahraga sama suami dan anak, deket juga. Kalau Sudirman jauh, ada yang deket gini ya bisa sering juga kita olahraganya," katanya.
Sementara itu, bagi warga Depok sendiri, seperti Zaid, CFD di kota ini punya ciri khas tersendiri. Meski begitu, ia punya catatan.
"CFD Depok itu unik ya, karena biasanya saya CFD itu di Sudirman, nah kalau pesan mungkin lebih di tata aja karena dari tadi banyak bus (pemkot) yang lewat lalu-lalang," ujar Zaid.
Untuk mengakomodasi kegiatan ini, pengalihan lalu lintas memang diberlakukan polisi sejak pukul enam pagi. Tapi semua berakhir pukul sembilan.
Dan momen penutupan CFD ini justru sering jadi tontonan tersendiri. Begitu barikade dibuka petugas, puluhan pengendara motor yang sudah menunggu di belakang langsung melesat. Mereka beriringan, mirip seperti pembalap yang baru start dari garis. Sebuah penutup minggu pagi yang cukup dramatis, sebelum Jalan Margonda Raya kembali menjadi jalur kendaraan seperti biasa.
Artikel Terkait
Pakar Hukum Tegaskan Perampasan Kendaraan oleh Debt Collector adalah Tindak Pidana
Anggota KKB Buron Tujuh Tahun Terkait Penembakan Eks Kapolda Papua Ditangkap
Harga Emas Lokal Stabil Pagi Ini, Pasar Tunggu Isyarat Baru
Leeds United Singkirkan West Ham Lewat Drama Adu Penalti di Perempat Final FA Cup