"Senang ya, bisa olahraga sama suami dan anak, deket juga. Kalau Sudirman jauh, ada yang deket gini ya bisa sering juga kita olahraganya," katanya.
Sementara itu, bagi warga Depok sendiri, seperti Zaid, CFD di kota ini punya ciri khas tersendiri. Meski begitu, ia punya catatan.
"CFD Depok itu unik ya, karena biasanya saya CFD itu di Sudirman, nah kalau pesan mungkin lebih di tata aja karena dari tadi banyak bus (pemkot) yang lewat lalu-lalang," ujar Zaid.
Untuk mengakomodasi kegiatan ini, pengalihan lalu lintas memang diberlakukan polisi sejak pukul enam pagi. Tapi semua berakhir pukul sembilan.
Dan momen penutupan CFD ini justru sering jadi tontonan tersendiri. Begitu barikade dibuka petugas, puluhan pengendara motor yang sudah menunggu di belakang langsung melesat. Mereka beriringan, mirip seperti pembalap yang baru start dari garis. Sebuah penutup minggu pagi yang cukup dramatis, sebelum Jalan Margonda Raya kembali menjadi jalur kendaraan seperti biasa.
Artikel Terkait
Di Balik Stereotip Manja: Kesepian yang Tak Terungkap dari Anak Bungsu
Retret Kabinet Berakhir, Prabowo Apresiasi Inisiatif Menteri dan Sinyalkan Optimisme 2026
Pikiran Kita, Peta Mereka: Ketika Algoritma Menggambar Ulang Realitas
Pemerintah Segera Cairkan Kompensasi untuk Korban Banjir Sumatera