Operasi besar-besaran AS ini ternyata berujung pada aksi penangkapan. Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya berhasil diamankan oleh pasukan Amerika.
Pihak AS punya alasan sendiri untuk tindakan ekstrem ini. Mereka menuduh Maduro menjalankan negara narkoba dan telah memanipulasi pemilu.
Namun begitu, Maduro punya pandangan lain. Sejak menggantikan Hugo Chavez pada 2013 lalu, ia kerap bersikeras bahwa kepentingan AS sebenarnya adalah minyak. Venezuela, seperti diketahui, punya cadangan minyak terbesar di dunia. "Mereka ingin menguasainya," begitu kira-kira sanggahnya selama ini.
Artikel Terkait
Cuaca Makassar Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Minggu, 12 April 2026
Warga Rokan Hilir Amuk Rumah Diduga Bandar Narkoba, Polisi Janji Usut Tuntas
Makassar Tinggalkan Open Dumping, Beralih ke Sistem Sampah Berkelanjutan
Lapangan Gaspa Palopo Resmi Dibuka Usai Revitalisasi Senilai Rp 3,5 Miliar