Operasi besar-besaran AS ini ternyata berujung pada aksi penangkapan. Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya berhasil diamankan oleh pasukan Amerika.
Pihak AS punya alasan sendiri untuk tindakan ekstrem ini. Mereka menuduh Maduro menjalankan negara narkoba dan telah memanipulasi pemilu.
Namun begitu, Maduro punya pandangan lain. Sejak menggantikan Hugo Chavez pada 2013 lalu, ia kerap bersikeras bahwa kepentingan AS sebenarnya adalah minyak. Venezuela, seperti diketahui, punya cadangan minyak terbesar di dunia. "Mereka ingin menguasainya," begitu kira-kira sanggahnya selama ini.
Artikel Terkait
Pasien Super Flu di Yogyakarta Dinyatakan Sembuh Total
PDIP Ancang-ancang Pecat Kader yang Terjerat Korupsi Jelang Rakernas
Pandji Pragiwaksono: Ketika Panggung Komedi Jadi Ruang Kritik Terakhir
Panji Pragiwaksono Buka Kunci: Ini Alasan Sebenarnya Anies Absen di Spesial Netflix