CFD Bekasi Berubah Wajah: Dari Arena Olahraga ke Pasar Pagi yang Ramai

- Minggu, 04 Januari 2026 | 10:00 WIB
CFD Bekasi Berubah Wajah: Dari Arena Olahraga ke Pasar Pagi yang Ramai

Minggu pagi di kawasan Kayuringin, Bekasi, suasana Car Free Day (CFD) terasa berbeda. Bukan cuma riuh rendah pejalan kaki atau pesepeda, tapi juga ramai oleh lapak-lapak pedagang kaki lima yang berjejer rapi. Mereka memadati sisi jalan dekat Stasiun Patriot Chandrabhaga, memanfaatkan keramaian warga yang datang untuk berolahraga atau sekadar menghirup udara segar.

Kalau dulu CFD Bekasi identik dengan ruang olahraga dan rekreasi, sekarang nuansanya sudah berubah. Kawasan ini menjelma jadi pusat ekonomi warga yang cukup ramai. Pemerintah kota rupanya menangkap peluang itu. Mereka menyediakan titik-titik khusus buat berjualan, termasuk di jalur masuk CFD yang strategis. Alasannya simpel: lokasi itu pasti dilalui orang, baik sebelum mereka mulai aktivitas maupun setelahnya.

Jajanan yang ditawarkan pun beragam. Anda bisa menemukan makanan tradisional yang mengundang nostalgia, sampai minuman kekinian dengan warna-warna mencolok. Ramainya tempat ini bukan hal kebetulan. Posisinya yang tepat di pintu masuk menjadi daya tarik utama, baik bagi pengunjung yang lapar mata maupun bagi pedagang yang ingin mencari rezeki.

Rohim, salah satu pedagang di sana, mengaku lega dengan penataan ini.

“Sekarang enak, tempatnya jelas. Kami tidak perlu lagi kucing-kucingan dengan petugas seperti dulu,” ujarnya.

Baginya, kejelasan tempat berjualan itu sangat berarti. Ia dan rekan-rekannya merasa lebih aman dan nyaman. Tidak ada lagi perasaan was-was atau harus buru-buru membereskan dagangan.

Pada akhirnya, harapannya jelas. CFD Bekasi diharapkan bisa terus berkembang sebagai ruang publik yang multifungsi. Di satu sisi, ia tetap menjadi tempat warga beraktivitas sehat. Di sisi lain, ia juga bisa mendorong perputaran ekonomi, khususnya bagi usaha-usaha kecil yang mengandalkan keramaian seperti ini. Sebuah harmoni yang sederhana, tapi dampaknya terasa langsung bagi banyak orang.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar