Sesat Pikir & Kebodohan PENDAKU Salafiyy
Oleh: Arsyad Syharial
Membaca postingan oknum PENDAKU Salafiyy yang satu ini, saya cuma bisa geleng-geleng. Lalu tertawa. Sakit perut dibuatnya.
Gimana enggak?
Lihat saja. Perkataan seorang alim, Imam al-Hasan ibn Ali al-Barbahari al-Hanbali rahimahullah, mereka jadikan semacam "patokan mutlak". Siapa yang tak ikut, langsung cap "ahlul bid'ah". Yang ikut, baru diakui "ahlus sunnah". Begitu saja. Gampang banget, ya?
Padahal, perkataan Imam al-Barbahari itu bukan dalil syar'i. Bisa jadi benar, memang, kalau yang didoakan keburukan itu penguasa yang shalih, adil, dan cakap. Logikanya sederhana: mendoakan keburukan untuk pemimpin yang baik jelas tindakan pengikut hawa nafsu.
Tapi ceritanya bakal beda total kalau yang didoakan itu penguasa buruk dan zalim. Nah, ini yang mereka lupakan. Atau sengaja diabaikan? Kalau tetap ngotot, ya namanya sesat.
Buktinya, dalam Al-Qur'an surah Yunus ayat 89, Allah justru mengabadikan doa Nabi Musa 'alaihissalam yang mendoakan keburukan bagi Firaun. Menariknya, ini satu-satunya doa untuk penguasa yang tercantum dalam Kitabullah.
Lucunya, biasanya kalau ayat ini dibawa, jawaban klise mereka langsung keluar. "Jadi anda samakan pemimpin Muslim yang zalim dengan Firaun?"
Pertanyaan itu justru membuktikan kebodohan mereka sendiri. Sebab, Baginda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sendiri pernah mendoakan keburukan bagi siapa pun yang diberi kuasa atas umat Islam lalu ia menzalimi mereka.
Artikel Terkait
Heboh Video Bocil Block Blast: Penasaran yang Dijebak Phishing
Paris Membeku dalam Riang: Salju Ubah Kota Cahaya Jadi Arena Bermain
Status Darurat Sampah Tangsel Diperpanjang Dua Pekan Lagi
Bareskrim Ungkap 21 Situs Judi Online Berkedok Perusahaan Fiktif, Uang Sitaan Tembus Rp59 Miliar