Hercules Angkut 15 Ton Cabai Aceh, Amran: Jangan Rugikan Petani!

- Kamis, 18 Desember 2025 | 08:24 WIB
Hercules Angkut 15 Ton Cabai Aceh, Amran: Jangan Rugikan Petani!

Dari Bandara Rembele di Aceh, sebuah pesawat Hercules lepas landas menuju Jakarta. Muatannya bukan barang biasa, melainkan 15 ton cabai segar hasil panen petani lokal. Langkah ini diambil langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang membeli total 40 ton cabai dari sentra-sentra di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Tujuannya jelas: menjaga distribusi dan melindungi penghasilan petani yang baru saja dilanda bencana banjir dan tanah longsor.

“Pesan saya satu, jangan merugikan petani kita,” tegas Amran saat jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (17/12).

“Kalau perlu, naikkan harganya supaya petani untung. Yang penting, jangan rugi.”

Pengiriman via udara ini bukan tanpa alasan. Menurut Amran, ini adalah bentuk kehadiran negara untuk mencegah kerugian besar pada petani pascabencana. Dengan begitu, hasil panen mereka tetap bisa sampai ke pasar. Selain itu, ada arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto yang jadi latar belakang aksi ini.

“Ini pesawat bolak-balik ke Aceh, angkut bantuan dari pemerintah, maupun bantuan dari saudara-saudara kita. Jadi pulangnya kosong,” jelasnya.

Nah, arahan presiden itu sederhana: pesawat Hercules atau helikopter yang membawa logistik bantuan ke Aceh, jangan kembali kosong. Manfaatkan untuk membawa pulang hasil bumi petani. Sebuah ide yang simpel tapi berdampak langsung.

Di Jakarta, penyaluran cabai itu dikoordinasi dengan pedagang di Pusat Informasi Pasar Kramat Jati (PIKJ). Amran berharap kebijakan ini bisa menyeimbangkan seluruh rantai pasok, dari petani hingga ke konsumen akhir. Ia ingin semua pihak merasakan manfaatnya.

“Kita ingin semua tersenyum. Petani tersenyum, pedagang tersenyum, dan konsumen tersenyum karena harga tetap stabil. Jangan ada berteriak salah satunya,” ujar Amran.

Pada intinya, langkah ini lebih dari sekadar menyerap panen. Ini adalah komitmen untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani dan memastikan kehadiran negara terasa, terutama saat petani berada dalam situasi darurat. Sebuah upaya konkret agar distribusi pangan tetap lancar dan petani terlindungi.

Komentar