Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digadang-gadang sebagai andalan pemerintahan Prabowo-Gibran. Anggarannya? Fantastis, mencapai ratusan triliun rupiah. Tapi di balik angka yang besar itu, pelaksanaannya justru memunculkan sederet tanda tanya yang mengganggu.
Mulai dari minimnya transparansi, payung hukum yang terasa lemah, kasus keracunan massal yang sempat heboh, hingga yang paling serius: dugaan konflik kepentingan dan praktik politik patronase. Rasanya, program ini tak berjalan mulus seperti yang diharapkan.
Nah, menurut penelusuran Indonesia Corruption Watch (ICW), ada indikasi kuat keterlibatan politisi, keluarga elite, bahkan militer dan aparat penegak hukum dalam pengelolaan MBG. Temuan ini cukup mengkhawatirkan. Bukan tidak mungkin, program yang seharusnya untuk rakyat ini malah berubah fungsi jadi alat konsolidasi kekuasaan.
Sebelumnya, investigasi Tempo sudah mengungkap fakta mencengangkan. Setidaknya ada tujuh yayasan penyedia SPPG mitra pelaksana MBG yang dikelola langsung oleh Prabowo dan lingkaran dalamnya.
ICW kemudian memperluas temuan itu. Hasilnya? Mereka mengategorikan yayasan-yayasan mitra MBG berdasarkan afiliasinya. Ada 28 yayasan yang terafiliasi dengan partai politik. Lalu 18 yayasan terhubung dengan pebisnis dan swasta. Kemudian 12 yayasan berafiliasi dengan birokrasi pemerintahan.
Masih ada lagi. Sembilan yayasan terafiliasi dengan kelompok relawan atau ormas pendukung kampanye Pilpres 2024. Tujuh yayasan lain terkait sirkel orang dekat pejabat. Enam yayasan berafiliasi dengan militer, dan empat yayasan dengan mantan penyelenggara negara.
Yang cukup mengejutkan, tiga yayasan ternyata terafiliasi dengan individu yang pernah tersangkut kasus korupsi. Sementara dua yayasan lainnya punya kaitan dengan kepolisian dan kejaksaan.
Kalau kita lihat lebih dekat kategori partai politik, Gerindra partai yang dipimpin Presiden Prabowo menempati urutan teratas. Partai ini punya afiliasi dengan individu di yayasan penyedia MBG paling banyak.
Posisi berikutnya diisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang terafiliasi dengan lima yayasan. Lalu ada Partai Amanat Nasional (PAN) yang politisinya berada di tiga yayasan.
Artikel Terkait
Anies Baswedan dan Tiga Lapis Strategi Menuju 2029
Iran Tegas Tangani Perusuh, Unjuk Rasa Bergulir ke 45 Kota
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan, Muhammadiyah dan NU Tegaskan Bukan Sikap Resmi
Ketika Humor Tak Mau Lagi Hanya Menghibur: Absurditas dan Batas Toleransi Publik