SIG Salurkan 36.000 Bata Interlock untuk Huntap Korban Banjir Padang

- Selasa, 24 Februari 2026 | 13:15 WIB
SIG Salurkan 36.000 Bata Interlock untuk Huntap Korban Banjir Padang

Bencana banjir yang melanda Sumatera Barat beberapa waktu lalu memang menyisakan pekerjaan rumah yang tak mudah. Pemulihan, terutama menyediakan hunian yang layak bagi warga yang terdampak, harus berjalan cepat. Nah, dalam upaya itu, PT Semen Indonesia (SIG) baru-baru ini mengirimkan bantuan 36.000 bata interlock presisi ke Kota Padang. Material ini ditujukan untuk pembangunan hunian tetap di Kampung Talang, Kecamatan Pauh, yang cukup parah terkena dampak bencana hidrometeorologi akhir tahun lalu.

Vita Mahreyni, Corporate Secretary SIG, menekankan bahwa situasi pascabencana menuntut solusi yang tidak hanya cepat, tapi juga kuat dan efisien. Tujuannya jelas: agar masyarakat bisa segera punya tempat tinggal yang aman.

"Ini adalah bentuk nyata peran SIG dalam mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak," ujar Vita dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Pengiriman perdana material itu sendiri sudah dilepas langsung dari Pabrik Indarung PT Semen Padang, Kamis (12/2) lalu. Acara pelepasan itu dihadiri oleh Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, bersama Komisaris Utama Sigit Widyawan dan jajaran manajemen lainnya. Mereka melihat langsung bagaimana bantuan tahap pertama ini dikirimkan.

Menariknya, bata interlock presisi ini bukan produk biasa. Menurut Vita, inovasi ini sejalan dengan visi pemerintahan sekarang, khususnya soal percepatan pembangunan infrastruktur perumahan yang merata dan berkelanjutan. Produk ini diklaim bisa menciptakan ekosistem perumahan yang lebih tahan bencana.

"SIG berkomitmen mendukung pembangunan hunian yang terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan. Inovasi seperti bata interlock presisi menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem perumahan nasional yang lebih tangguh," tegasnya.

Proyek pembangunan huntap di Kampung Talang ini sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Kadin Sumatra Barat dan Kadin Indonesia. Lokasi ini dipilih sebagai area percontohan penerapan teknologi bagi korban bencana.

Soal kapasitas, SIG memastikan pasokannya cukup. Untuk rumah tipe 36, mereka sanggup mendukung pembangunan sekitar 120 unit per bulan. Bahkan, distribusinya nggak cuma untuk Sumbar, tapi berpotensi juga meluas ke daerah lain seperti Sumatra Utara dan Aceh.

Sebelum dipakai di Padang, bata interlock presisi SIG ini sudah diuji coba di beberapa proyek percontohan. Misalnya, di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan di Bambu Apus, Jakarta Timur. Hasilnya? Konstruksi jadi lebih efisien waktu dan kualitas bangunannya optimal.

Di sisi lain, Vita juga menyoroti komitmen lingkungan perusahaan. Bata ini menggunakan semen hijau yang punya emisi karbon lebih rendah, sekitar 38% dibanding semen biasa. Kandungan dalam negerinya juga tinggi, di atas 90%.

"Dengan menggunakan semen hijau SIG, berarti ikut berpartisipasi dalam upaya menurunkan emisi sekaligus mendukung kemajuan industri dalam negeri," tutupnya.

Jadi, upaya pemulihan pascabencana ini dapat dukungan nyata dari sisi teknologi dan material. Tinggal nanti eksekusi di lapangan yang akan membuktikan seberapa cepat hunian itu bisa berdiri dan dihuni kembali.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar