Sebagian Besar Koperasi Merah Putih Sudah Tercatat di Sistem Pajak
Senin, 24 November 2025
Kinerja pendaftaran pajak untuk Koperasi Merah Putih menunjukkan angka yang cukup menggembirakan. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melaporkan bahwa mayoritas koperasi dalam program ini tepatnya 95 persen sudah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Data ini terpantau lewat Coretax, sistem administrasi perpajakan terbaru mereka.
Hingga bulan November 2025, tercatat ada 79.812 Koperasi Merah Putih berbadan hukum yang namanya sudah masuk dan memiliki NPWP di platform tersebut. Angka ini mewakili 95,6 persen dari total 82.797 koperasi berbadan hukum yang ada.
“Adapun yang kami layani dan sudah terdaftar dan memiliki NPWP di Coretax kami tercatat 95,6 persen atau dalam angka nominal 79.182 Koperasi Merah Putih berbadan hukum,”
Demikian penjelasan Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, dalam rapat kerjanya dengan Komisi XI DPR RI hari ini.
Di sisi lain, perlu diingat bahwa Koperasi Merah Putih sendiri adalah gebrakan dari Kementerian Koperasi. Program ini diluncurkan pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional. Targetnya ambisius: membentuk 80.000 koperasi baru untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan kelurahan.
Nah, soal Coretax, sistem ini adalah tulang punggung baru administrasi perpajakan. Ia didesain untuk mengotomatisasi dan menyatukan berbagai proses perpajakan. Intinya, wajib pajak termasuk koperasi bisa mengurus segalanya di satu tempat. Mulai dari pendaftaran, pelaporan SPT, pembayaran, hingga layanan perpajakan lainnya.
Meski capaiannya sudah tinggi, nyatanya masih ada sisa pekerjaan. Dari total 82.797 Koperasi Merah Putih yang berbadan hukum, masih ada yang belum ber-NPWP. Pihak DJP menyatakan akan terus mendorong dan mempermudah koperasi-koperasi yang tersisa ini untuk segera memenuhi kewajiban perpajakannya.
Artikel Terkait
ShopeePay Luncurkan Kampanye Pasti Gratis, Bebaskan Biaya Admin Transfer dan Tarik Tunai
BPII Kurangi Modal Anak Usaha di Singapura Senilai Rp34,71 Miliar
Argentina Jadi Negara dengan Utang Terbesar ke IMF, Capai Rp680 Triliun
TOTO Bagikan Dividen Final Rp134 Miliar untuk Tahun Buku 2025