Ledakan mengguncang Caracas sebelum fajar menyingsing, Sabtu (3/1) waktu setempat. Sumber militer Venezuela mengonfirmasi, serangan itu dilancarkan oleh militer Amerika Serikat.
Menurut sejumlah saksi, situasi mencekam itu dimulai sekitar pukul dua pagi. Suara pesawat tempur terbang rendah memecah keheningan, diikuti oleh rentetan ledakan keras setidaknya tujuh kali yang menggema di seluruh ibu kota.
Dari kejauhan, api dan kepulan asap tebal terlihat membubung tinggi. Sasaran utamanya adalah kompleks militer Fuerte Tiuna, markas terbesar angkatan bersenjata Venezuela yang terletak di jantung Caracas. Tak hanya itu, pangkalan udara militer La Carlota juga ikut diserang.
Serangan ini datang hanya dua hari setelah pernyataan mengejutkan dari Presiden Nicolas Maduro.
Pada Kamis (1/1) lalu, Maduro menyatakan pemerintahannya terbuka untuk bernegosiasi dengan AS. Pernyataan itu muncul di tengah tekanan militer Washington yang menuduh rezimnya terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba internasional.
Namun begitu, gencatan senjata verbal itu tampaknya tak bertahan lama. Aksi militer langsung AS pagi ini justru memanaskan kembali ketegangan yang sudah lama mendidih antara kedua negara.
Artikel Terkait
Nottingham Forest Kandaskan Porto, Lolos ke Semifinal Liga Europa
Aston Villa Hancurkan Bologna 4-0, Lolos ke Semifinal Liga Europa
Prabowo dan KSAD Bahas Capaian TNI AD: 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Tuntas dalam Tiga Bulan
IHSG Melemah Tipis ke 7.621, Tekanan Jual Masih Membayangi