Israel: Sebuah Potret Kekejaman yang Tak Terperi
Angkanya sungguh mencengangkan: tujuh puluh ribu nyawa warga Palestina di Gaza telah direnggut. Tapi, yang lebih mengerikan, pembunuhan itu terus berlangsung. Bahkan di saat gencatan senjata sekalipun. Saya jadi bertanya-tanya, monster macam apa sebenarnya Israel ini? Perilaku mereka, jujur saja, jauh lebih buruk daripada binatang buas.
Di sisi lain, penderitaan itu tak berhenti di situ. Gaza kini terkepung rapat. Pasokan obat-obatan dan makanan sengaja dibendung. Lebih parah lagi, tenaga medis pun dilarang masuk. Bayangkan, dokter-dokter yang ingin menolong dilarang menjangkau rumah sakit-rumah sakit yang sudah mereka hancurkan lebih dulu. Sungguh sebuah tindakan biadab yang sulit dicari tandingannya.
Dunia melihat semua ini. Mata kita tertuju ke layar, menyaksikan setiap detil penderitaan. Namun begitu, sepertinya kita semua lumpuh. Tidak bisa berbuat banyak. Kenapa? Karena Amerika Serikat dengan gigihnya membela dan melindungi Israel. Perlindungan itu membuat kekejian terus berlanjut tanpa bisa dihentikan.
Melihat fakta ini, klaim kita sebagai manusia beradab jadi terasa sangat kosong. Kita telah jatuh ke tingkat yang paling rendah. Di depan mata kita sendiri terjadi ketidakadilan yang mengerikan, pembantaian sistematis, pembunuhan tanpa henti. Dan kita? Kita hanya diam. Atau paling banter, menggelengkan kepala. Lalu kembali pada rutinitas.
Ungkapan keprihatinan dan kemarahan itu datang dari seorang tokoh yang tak asing.
dr. MAHATHIR BIN MOHAMAD
2 Januari 2026
Artikel Terkait
PSM Vs Persija: Tradisi Keunggulan Makassar Berhadapan dengan Momentum Solid Jakarta
Nottingham Forest Hajar Fenerbahce 3-0 di Playoff Liga Europa
UEFA Investigasi Dugaan Penghinaan Prestianni terhadap Vinicius, Ancaman Skorsing Mengintai
Persija Jakarta Hadapi PSM Makassar dalam Duel Klasik di JIS